Penyidikan Temuan Uang Baru Rp3,73 Miliar di Mojokerto Disetop

Mojokerto: Polresta Mojokerto menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) terkait kasus uang baru senilai Rp3,73 miliar. Kepolisian tidak menemukan unsur pidana dalam kasus pidana tersebut. Barang bukti uang tunai senilai Rp3,74 miliar dan dua unit mobil yang disita kini telah dikembalikan ke pemilik.
 
Kasat Reskrim Polresta Mojokerto, AKP Rizki Santoso menyampaikan, penghentian perkara terpaksa dilakukan karena dugaan unsur pidana tidak terpenuhi.
 
“(Pengusutan) sudah maksimal dan dugaan pidana yang kami telusuri tidak terbukti sehingga dihentikan,” ungkapnya, Sabtu, 6 Agustus 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Rizki menuturkan SP3 telah dikeluarkan pada Juli 2022. Awalnya, penyitaan uang pecahan baru itu diduga berkaitan dengan perdagangan uang palsu, Namun berdasarkan pemeriksaan di Kantor Perwakilan BI Jawa Timur di Surabaya, uang milik JS, 31, warga Sidoarjo dan kawan-kawannya dinyatakan asli.
 

Peredaran uang palsu tersebut muncul lantaran dugaan pelanggaran SOP perbankan. Polisi lalu melakukan serangkaian penyidikan dengan memeriksa belasan saksi, mulai ahli perbankan hingga bank pelat merah di Bandung, Jawa Barat, tempat uang ditukarkan.
 
“Hasil cek uang asli. Dari pihak bank asal uang dapat menunjukkan transaksi perbankan. Uang bukan objek perdagangan sehingga tidak bisa di perkarakan menggunakan UU perdagangan. (UU) Perbankan dari bank asal dapat menunjukkan Transaksi. Dugaan pidana yang kami telusuri tidak terbukti,” jelasnya.
 
Kasus yang bergulir sejak April 2022, dihentikan setelah tiga bulan pengusutan. Barang bukti dua unit mobil yakni Daihatsu Granmax nopol D 8348 EY dan Mitsubishi Pajero Sport nopol S 1210 XE serta uang tunai sebanyak Rp3,73 miliar sempat diamankan untuk proses penyidikan.
 

“Sejak penyitaan barang bukti itu statusnya sudah sidik dan sekarang sudah dikembalikan semua ke pemiliknya tanpa kurang sedikitpun,” tegasnya
 
Sebelumnya, anggota Satreskrim Polresta Mojokerto mengamankan dua mobil jenis Daihatsu Grandmax dan Mitsubishi Pajero saat berhenti di dekat exit Gerbang Tol Mojokerto Barat (Mobar), Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto. Kedua kendaraan tengah bertransaksi uang baru senilai Rp5 miliar.
 
Petugas mulanya mencurigai keberadaan Grand Max nopol D 8348 EY warna putih yang berhenti di jalan gelap di exit Gerbang Tol Mobar pada, Jumat, 8 April 2022 sekitar pukul 01.00 WIB. Saat dilakukan pengecekan, ada lima orang dari dua mobil tersebut sedang mengangkat plastik warna putih berisi uang baru. 

 

(MEL)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.

Tinggalkan komentar