Budaya

Dialektologi: Ilmu Telaah Dialek

Dialektologi adalah sub-bidang sosio-linguistik yang mempelajari dialek linguistik. Bidang ini memeriksa variasi bahasa berdasarkan distribusi geografis dan termasuk topik seperti bercabang dua dialek lokal dari bahasa induk yang sama dan variasi sinkronis. Dialektologi menelaah unsur-unsur tata bahasa, leksikon, dan fonologi terkait wilayah tertentu. Karena itu, bidang ini tidak hanya memperhatikan orang-orang yang telah tinggal di suatu daerah selama beberapa generasi, tetapi juga para migran yang membawa bahasa mereka ke daerah baru,dimana akan terjadi kontak bahasa.

Bahasa merupakan suatu aspek, yang memiliki kaitan mendalam dalam kehidupan manusia. Hal ini disebabkan, karena melalui bahsalah seorang manusia dapat berkomunikasi dengan manusai lain. , Oleh karena bahasa memliki sifat dinamis, maka bahasa selalu seiring dengan perkembangan peradaban manusia. Berkembangnya suatu bahasa sangt berkaitan dengan manusia yang menggunakan bahasa itu sendiri. Melihat bahasa memiliki keragaman, yang merupakan pengaabarkan perubahan bahasa, dialektologi juga merupakan kajian perubahan bahasa. Objek dari sebuah kajian dialektologi adalah kajian keragaman bahasa tersebut.

Masalah dialektika, sangat berkaitan dangan kesantunan dari penutur. Salah satu bentuk pembuktian dari bentuk kesantuan berbahasa adalah cara mewujudkan suatu pesan melalui tindak bahasa. Aspek-aspek yang berhubungan dengan penggunaan bahasa dan dalam perspektif fungsional, baik kebahasaan maupun nonkebahasaan merupakan tanda penting dalam kajian dielaktika, yang termasuk dalam studi pragmatik. Melalui kajian dialektik, maka pragmatik dijadikan sebagai strategi sekaligus telaah keilmuan dalam jenjang pendidikan yang relevan di perguruan tinggi. Dengan demikian hal ini dapat dijadikan suatu alasan, jika dalam kajian dialektologi, kesantunan berbahasa sesungguhnya berakar pada nilai-nilai budaya tradisional suatu masyarakat. Dari pemaparan di atas, dapat dikatakan bahwa dialektologi termasuk bidang interdisipliner. Dialektologi merupakan lintas kajian lingusitik. Kajian dialektologi mengaitkan beberapa bidang ilmu, seperti: antopologi, sosiologi, sejarah geografi, dan sosiolinguistik, bahkan untuk dapat menafsirkan makna pada sebuah teks atau permasalahan yang terdapat dalam masyarakat dapat memanfaatkan bidang keilmuan filologi, yang mengkaji naskah lama.

Semua hal tersebut sejalan dengan pernyataan dari Chambers dan Trudgill, yang menulis buku mereka pada tahun 1980, yang berpendapat bahwa: “dalam perkembangan berikutnya, terminologi dialektologi mengalami penyempitan pengertian, yakni sebagai kajian geografi dialek”. Berdasarkan dari kutipan tersebut, maka dapat disimpilkan bahwa dialektologi yang merupakan cabang linguistik, member konstribusi besar dalam mengembangkan ilmu kebahasaan, khususnya dalam kajian linguistic.. Dalam hal ini, hasil kajiannya dapat menampilkan keberagaman bahasa, yaitu sebuah keberagaman,  yang terdapat pada kehidupan masyarakat tertentu.