Budaya

Buku Klasik, Harta Karun Pemikiran Masa Lampau

Sebuah buku klasik adalah buku yang berulang kali dicetak atau terkenal, misalnya melalui sebuah imprimatur seperti buku-buku yang tercantum dalam daftar buku besar, atau melalui pendapat pribadi pembaca. Meskipun istilah ini sering dikaitkan dengan kanon Barat, istilah ini dapat diterapkan pada karya sastra dari semua tradisi, seperti karya  klasik Tiongkok atau Weda India. Bila seseorang mendengar kata bacaan sastra, terlebih yang nuansa klasik, mungkin membuat sebagian dari mereka beranggapan bahwa hal tersebut merupakan sebuah karya yang puitis dengan, makna tidak memiliki kejelasan dan juga bertele-tele, abstrak, dan tidak mudah dimengerti. Padahal, pada kenyataannya, apabila seorang pembaca dapat memilih buku klasik dengan tepat, maka akan banyak ilmu yang dapat mereka dapatkan.

Dengan membaca sebuah buku klasik, terlebih dalam bidang sastra,  para pembaca seperti menembus ruang dan waktu untuk memahami begitu banyak hal yang ingin diungkapkan penulis. Dalam buku klasik, kita dapat melihat berbagai gagasan, pandangan, ideologi, penggambaran dari sebuah rasa kekecewaan, atau pemaknaan peristiwa sejarah besar dari sudut pandang lain di luar jalur akademis. Melalui pembacaan buku klasik, seseorang juga akan mendapat beberapa teori berbagai ilmu pengetahuan. Teori klasik ini disebut oleh para ilmuwan sebgaia teori yang memiliki nilai murni.

Untuk karya sastra, Indonesia termasuk sebuah Negara yang memiliki bayak karya sastra lama., atau sastra klasik. Karya sastra ini meliputi beragam jenis dan bentuk, dari bentuk  syair hingga prosa, misalnya hikayat, beragam pantun, dongeng, legenda, dan mitos. Karya-karya itu telah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Hal ini sejalan dengan pernyataan dari seorang ahli, yang bernama Rusyana, yang menulis bukunya pada tahun 1999, yang mengatakan bahwa: “Jika bertolak dari kehidupan sastra lisan, pengalaman kita lebih panjang lagi. Jadi, kita sudah bersastra mulai pada milenium pertama, dan terus berlangsung pada milenium kedua. Dalam sepanjang pengalaman itu kita sudah memiliki hasil sastra yang cukup banyak. Kita memiliki khasanah sastra klasik yang tersimpan dalam berbagai bahasa daerah di seluruh Indonesia”.

Buku klasik memang sudah banyak yang diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia Sebagian besar dari buku-buku tersebut, sudah sangat dikenal oleh masyarakat, karena cerita klasik tersebut telah banyak yang dibuat dengan film adaptasinya. Akan tetapi, terdapat banyak perbedaan yang membuat buku klasik masih sangat kurang peminatanannya di negeri ini, bila  dibandingkan dengan jumlah peminat di luar negeri.