Sejarah

Profil: Hamengkubuwono II

Hamengkubuwono II, yang juga dieja Hamengkubuwana II lahir pada tahun  1750 dan wafat 1828. Beliau  adalah sultan kedua Yogyakarta, yang berkuasa pada tahun  1792 hingga  akhirnya berkuasa 1826 hingga 1828 selama Perang Jawa. Nama asli dari Sultan Hamengkubuwono II adalah Raden Mas Sundoro, putra Hamengkubuwono I. Ia lahir pada 7 Maret 1750 sementara ayahnya masih Pangeran Mangkubumi dan memberontak melawan Surakarta dan VOC. Ketika kedaulatan Hamengkubuwono I diakui dalam perjanjian 1772 Giyanti, Mas Sundoro juga diakui sebagai Adipati Anom. Ia mengambil tahta Yogyakarta dengan, nama Hamengkubuwono II pada Maret 1792. Ia seorang raja yang penuh cita-cita. Pejabat senior yang tidak menghormati kebijakan mereka segera pensiun dan digantikan oleh pejabat baru. Sebagai contoh, Patih Danureja saya digantikan oleh cucunya, yang menyandang gelar Danureja II. Keputusan ini akan menyakitinya, karena Danureja II setia kepada Belanda, tidak seperti rajanya. Hamengkubuwono II sendiri anti dengan pemerintahan kolonial Belanda. Dia bahkan tahu bahwa VOC bangkrut dan kumuh. Organisasi ini akhirnya dibubarkan oleh pemerintah Belanda pada akhir 1799.

Sejak 1808, Herman Daendels, anti-feodal, menggantikan gubernur jenderal VOC, menggantikan gubernur jenderal VOC. itu karena dianggap merendahkan, sedangkan Pakubuwono IV menerima dengan taktik tersembunyi, yaitu harapan bahwa Belanda akan membantu Surakarta untuk menaklukkan Yogyakarta. Hamengkubuwono II juga bertengkar dengan Patih Danureja II, yang dekat dengan Belanda. Ia memecat Danureja II dan menggantinya dengan Pangeran Natadiningrat, putra Pangeran Natakusuma (saudara laki-laki Hamengkubuwono II). Kemudian, Hamengkubuwono II juga memberkati pemberontakan besinya, yaitu Raden Rangga Prawiradirjo I, seorang bupati Madiun yang menentang penjajahan Belanda. Putera KPR Prawirodirjo I, Raden Ronggo Prawirosentiko Bupati Toenggoel menikah dengan putri Hamengkubuwono II dari istrinya Ampeyannya BMA Yati. Raden Rangga Prawirodirjo I juga paman Hamengkubuwono II. Hamengku Buwono II Kanjeng Ratu Tegalraya adalah adik KPR Prawirodirjo yang ayahnya adalah Kyai Ageng Derpayuda (silsilah Keraton Yogyakarta) dan para bangsawan di depan Sultan, hanya karena kursi untuk Raffles ditempatkan lebih rendah dari tahta Sultan, ketika gubernur letnan Inggris akan mengunjungi Yogyakarta pada bulan Desember 1811.

Belanda berhasil menumpas Raden Rangga dan melimpahkan beban tanggung jawab, misalnya biaya perang, kepada Hamengkubuwono II. Hal ini menyebabkan keributan antara kedua pihak. Pada bulan Desember 1810 Herman Daendels menyerbu Yogyakarta, menurunkan Hamengkubuwana II, dan menggantinya dengan Hamengkubuwono III, Natakusuma dan Natadiningrat, serta menyelesaikan kedudukan Patih Danureja II. Pada tahun 1811 pemerintahan Belanda atas Jawa dan Nusantara direbut oleh Inggris. Hal ini digunakan Hamengkubuwono II untuk kembali menjadi raja, dan menurunkan Hamengkubuwono III sebagai Putera Mahkota kembali.