Budaya

Bukti sejarah dunia persilatan Makassar, Pendekar Daeng Gassing

Sahabat  tahu nggak bagaimana hukum yang berlaku di dunia persilatan? Dalam film – film ke-Pendekaran kita akrab dengan hukum yang kuat merupakani segalanya, pendekar-pendekar naik gunung menimba ilmu, setelah merasa kuat, mereka lantas turun gunung dan mencari lawan tangguh yang popularitasnya tinggi.

Bukti sejarah dunia persilatan Makassar, Pendekar Daeng Gassing

Menurut sumber, dunia persilatan ini memang bagian dari kebudayaan manusia, nyaris di setiap penjuru bumi mempunyai catatan sejarah mengenai dunia persilatan dan para pendekar yang haus kemenangan.

Makassar tidak ketinggalan, dunia persilatannya nyaris sama dengan daerah lainnya, perbedaannya hanya masalah nama pendekar, Kalau di Jawa ada Jaka Sembung, Jaka Tingkir, Jaka Tarup, di Makassar ada Daeng Gassing atau nama lengkapnya Tolok Daeng Magassing.

Daeng Gassing atau Magassing ini mulanya memang seorang bangsawan, tetapi kekecewaannya pada orang-orang kerajaan yang memilih lunak pada VOC belanda, membuat Daeng Gassing memilih mengumpulkan kawan dan anak buahnya untuk melawan dengan gerilya.

Dunia persilatan di Makassar terbilang maju. Sebabnya, para pendekar justru lebih banyak mengadu silat demi hal politis. Seperti Daeng Gassing, Dia melakukan aksinya sebagai jalan untuk memberikan tantangan bagi kerajaan yang lunak pada VOC.

Selain itu bukti bahwa Makassar |merupakan wilayah dengan budaya kependekaran adalah Siri’ Na Pacce, dalam hal ini spirit kependekaran bisa saja terpancing dan meluap kalau-kalau sudah menyinggung soal siri’ atau malu.

Siri’ sebetulnya tak melulu soal ego tetapi lebih pada teguran moral pada mereka yang telah melanggar hak-hak orang lain. Demi menegakkan kembali  kehormatan tak jarang para pendekar Makassar bakal duel dalam sarung.