Pendidikan

Padang Panjang Menggelar Lagi Batik Birru

Jika selama ini SMAN-1 Padang Panjang banyak Berjaya dan memenangkan perlombaan di sekolah lain, Februari mendatang sekolah pimpinan Devi Eriyanti malah sebagai tuan rumah dalam beragam perlombaan bidang studi dan seni se Sumatra. Tajuknya “ Batik Birru “ ke 8/ 2018.

Contoh pendaftaran perlombaan

Peserta yang berasal dari murid SMP dan MTs sederajat dari beragam provinsi di Sumatera tersebut begitu juga untuk cabang seni, yang terdiri dari lomba tahfiz dua juz dan lomba baca puisis Islami.

Menurut Fitriansyah, guru SMAN-1, didampingi ketua pelaksana, M. Fakih Algifari dan sekretaris, Fahira Nabila, kegiatan yang diawaki OSIS SMAN 1 Padang Panjang ini,dilaksanankan dalam 2 babak. Babak penyisihan tanggal 11/ 2 dan final pada tanggal 18/2. Ini sedikit berbeda dengan pelaksanaan Batik Birru tahun tahun sebelumnya, dimana kedua babak dilaksanaka pada hari yang sama.

Masing masing pemenang tiap cabang bakal diberi hadiah berupa tropi,piagam dan uang pembinaan sebesar Rp.1 juta untuk juara I, Rp. 700 ribu untuk juara II dan Rp. 500 ribu untuk juara III. Masih menurut Fitriansyah, budget untuk event tahunan ini bersumber dari insert, sponsor dan donasi alumni dan dari orang tua murid.

Bicara mengenai Kampus Birru maupun Batik Birru, tentu tak bisa lepas dari maskot kompetisi yang satu ini, apalagi kalau bukan Si Birru. Kalau bukan Si Birru, apa lagi Batik birru digunakan oleh sosok berwajah biru dengan jempol terangkat serta senyum mengembang. Batik Birru sangat pastigus menjadi ulang tahun bagi si Birru. Birru di sini bukan hanya bermakna warna, tetapi lebih bermakna kebaikan yang diambil dari Bahasa Arab. Sesuai dengan harapan siswa SMAN I Padang Panjang untuk bisa memegang kebaikan tersebut di masa depannya.

Sekedar mengingatkan, Batik Birru pertamakali digeber pada tahun 2011 untuk l tingkat Sumbar. Selain bidang studi yang perlombakan terbatas, jumlah pesertapun dibatasi sampai 800 orang saja. Tapi karena begitu banyaknya calon peserta yang berminat, skopnya diperluas untuk tingkat Sumbar, Riau dan Jambi terus untuk tahun ini mulai tingkat Sumatera. Tahun 2017 lalu peserta batik Birru mencapai 2.836 orang.