Wisata

“Menghilang” di Pulau Rufas, Daratan di Tengah Perairan Laut Raja Ampat

Setiap sudut di Raja Ampat, Papua Barat terasa meninggalkan kesan tersendiri. Seperti obyek wisata Pianemo yang termasuk di distrik Waigeo Barat Kepulauan. Ada gugusan batuan karst yang terlihat “berserakan” di atas laut

Tidak jauh dari Pianemo, masih ada pemikat wisatawan untuk datang. Ia adalah Pulau Rufas. Di pulau ini terdapat laguna jernih serta pasir putih yang menghampar.

Di Pulau Rufas terdapat penginapan berbentuk rumah panggung tradisional khas Raja Ampat yang bisa mengakomodasi kebutuhan penginapan wisatawan.

Penginapan dengan dinding batang sagu dan beratap daun sagu berdiri di Pulau Rufas. Pemilik penginapan di Pulau Rufas, Soleman Kapisai menyebut dua rumah penginapannya yang masing-masing mempunyai 2 kamar. Setiap kamarnya berukuran 2,5 meter x dua meter.

“Penginapan ini sudah saya bangun 2 tahun. Baru 2 kali yang menginap. Pertama 3 orang, yang kedua 7 orang. Semuanya dari Australia,” jelasnya.

Walau berada di tengah laut, fasilitas listrik, makanan, minuman, dan air bersih akan tersedia untuk tamu. Soleman bakal menyediakan pasokan air bersih dan kebutuhan tamu.

Listrik dihasilkan dari tenaga surya dan generator listrik. Menurut Soleman, listrik mampu memenuhi kebutuhan penerangan dan lampu.

Dua penginapan di Pulau Rufas terletak terpisah. Satu di dekat laguna Pulau Rufas dan lainnya di tengah pulau dekat dermaga.

Di tengah Pulau Rufas, ada satu pondok lengkap dengan meja dan bangku yang dibangun oleh Soleman. Pondok itu bisa digunakan untuk berkumpul dan juga makan.

Ada sejumlah kegiatan yang bisa dilakukan di seputar Pulau Rufas.

Wisatawan bisa berenang di laguna, snorkeling di sisi dermaga, bersantai di pulau, dan juga mendaki bukit Pulau Rufas.

Tarif menginap di penginapan milik Soleman yaitu Rp 400 ribu per orang per malam. Wisatawan yang menginap akan mendapatkan makan 3 kali sehari.

Wisatawan yang mau menginap di Pulau Rufas tak bisa datang langsung layaknya di homestay lain di Raja Ampat