Dunia

Jam Digital di Eropa terlambat 6 Menit

Beberapa minggu terakhir di negara-negara di Benua Eropa memiliki kejadian aneh, di mana angka pada jam digital dan radio mereka tidak sinkron. Rupanya setelah diselidiki lebih lanjut, ada masalah dari jaringan listrik inter benua yang berada di Kosovo dan Serbia.

Penyebabnya dapat dilihat dari konflik yang telah berlangsung lama antara Kosovo dan tetangganya di Serbia, hal itu menjadi pemicu utama dari semua penundaan waktu yang terjadi di Eropa, seperti yang dilaporkan oleh DW dan BBC.

1. Bukan konflik bersenjata, melainkan konflik politik antara Kosovo dan Serbia yang merugikan benua eropa.
Perseteruan politik antara Kosovo dan Serbia ternyata sangat merugikan Benua Eropa. Kebijakan pembagian kekuasaan sejak pertengahan Januari, yang seharusnya membagi daya listrik antara kedua negara, telah gagal. Baik otoritas Kosovo dan Serbia, mereka sama sekali tidak ingin berdiskusi. Kepentingan politik sekaligus prestise masing-masing negara adalah tujuan utama, karena konflik bersenjata 20 tahun lalu yang masih meninggalkan jejak kebencian di antara keduanya.

Orang-orang Serbia yang merasa dirugikan oleh kemerdekaan Kosovo, dan Kosovo yang merasa terancam oleh tindakan provokatif dari Serbia, keduanya tidak dapat memastikan menyelesaikan masalah lama secara menyeluruh. Kini ditambah dengan kasus kebijakan ketenagalistrikan, ketegangan mulai  naik kembali.

Jaringan Operator Transmisi Sistem Eropa untuk Listrik (ENTSO-E) mengajukan diri untuk membantu menyelesaikan masalah kebijakan ketenagalistrikan, sehingga dampak yang dihasilkan tidak mengganggu stabilitas wilayah Eropa.

2. pengurangan Frekuensi listrik berarti lebih sedikit energi yang dihasilkan
Jaringan Penyelenggara Sistem Transmisi Eropa untuk Listrik (ENTSO-E) mengatakan akan memberikan batasan frekuensi AC minimum 50 hertz (osilasi per detik) untuk semua anggotanya dan tanggap saat memerlukan bantuan dalam aplikasinya. Namun, penggunaan frekuensi listrik tahun ini menurun di sekitar Balkan.

Pasalnya, bila tidak ada operator listrik yang ingin bernegosiasi, dan akibatnya menciptakan defisit energi listrik di wilayah Serbia, Macedonia, dan Montenegro atau yang sering dikenal dengan “Blok SMM”. Masalah regional ini akhirnya berimbas ke 36 negara anggota ENTSO-E,  25  diantaranya mengalami masalah jaringan listrik yang mempengaruhi jam digital, radio, dan kompor listrik. Tidak ada data  jumlah pasti perangkat digital warga negara yang terhubung langsung ke jaringan listrik.

3. Lebih baik kalah 6 menit dari pada defisit listrik
Untuk menjaga frekuensi jaringan tetap berada pada ketinggian minimum 50 hertz, jaringan listrik akan menggunakan kontrol utama. Jika tiba-tiba frekuensi berkurang, cadangan baterai yang dipasang akan menyalurkan daya ke jaringan listrik agar tetap stabil.

Bila frekuensi turun menjadi 49,8 hertz, langkah pertama adalah menerapkan peraturan yang berlaku yaitu operator jaringan harus melakukan pemadaman khusus di daerah tertentu. tahap terakhir jika frekuensi turun menjadi 47,5 hertz, maka pemadaman bergilir harus diimplementasikan.

Oleh karena itu banyak orang melihat bahwa lebih baik mereka kehilangan waktu 6 menit dari waktu mereka, daripada harus merasakan pemadaman listrik berulang kali untuk menstabilkan frekuensi jaringan. Dengan kehidupan digital saat ini, orang sangat membutuhkan listrik untuk memenuhi kebutuhan dan pekerjaan sehari-hari mereka.