Wisata

Menggoda Wisatawan Australia Pelesiran ke Indonesia

Kementerian Pariwisata tak pernah berhenti merayu wisatawan Australia untuk datang ke Indonesia. Terbaru, Kemenpar akan menggelar Wonderful Indonesia Sales Mission and Photography Exhibitions, lokasinya di ZINC at Federation Square, Melbourne CBD, Australia. Tepatnya 22 Maret mendatang.

Menggoda Wisatawan Australia Pelesiran ke Indonesia

“Respons pasar Australia sangat bagus. Itu alasan kenapa Australia terus menjadi bidikan untuk berpromosi. Rata-rata mereka spending bisa mencapai US$1.189 dolar, sudah bisa datang dan menginap selama tujuh malam di Bali,” ujar Deputi Pengembangan Pemasaran II Kementerian Pariwisata, Nia Niscaya.

Menurut Nia, venue Sales Mission and Photography Exhibitions sengaja dipilih di jantung Kota Melbourne. Sebab, hampir seluruh aktivitas masyarakat Melbourne berpusat di sana. Posisi Zinc at Federation Square di Melbourne CBD sangat dekat dengan ikon Kota Melbourne.

 “Kami bersyukur akhirnya hadir langsung di pusat dan jantung originasi dan pasar utama pariwisata Indonesia. Lantaran, Australia merupakan 10 persen berkontribusi dalam pencapaian target Wisman di tanah air. Nah ini sesuai dengan arahan pak Menteri Pariwisata Arief Yahya, kita goda dengan foto-foto destinasi indah dengan penjualan paket-paket wisata,” tambah Nia.

Mengusung tema The Jewel of South-East Asia, kegiatan ini bertujuan untuk menampilkan dan memamerkan karya fotografi. Karya tersebut adalah hasil jepretan fotografer bawah laut ternama.

“Mulai dari insan pertelevisian, blogger, dan agen perjalanan asal Australia. Mereka sudah datang ke Indonesia pada kegiatan perjalanan wisata pengenalan pada tahun 2017 silam.

Tujuannya memperkenalkan destinasi-destinasi di beyond Bali. Seperti Tanah Toraja, Pulau Komodo, Borobudur, dan Raja Ampat kepada para undangan dan sellers,” ucap Nia.

Sementara itu, Menteri Pariwisata Arief Yahya memang sangat konsentrasi dengan pasar Australia. menurutnya, kegiatan Sales Mission and Photography Exhibitions sebuah solusi brilian. Nantinya, para calon wisatawan Australia bisa melihat foto-foto destinasi secara langsung.

Arief Yahya juga mengatakan, “Acara itu harus dapat meningkatkan penjualan paket-paket wisata ke destinasi di Indonesia. Jarak Australia dan Indonesia tidak terlalu jauh dan ketertarikan wisatawan mancanegara asal Australia terhadap daya tarik dan destinasi-destinasi pariwisata Indonesia, sangat besar. Apalagi, 90 persen masyarakat Australia memiliki jadwal berlibur dan memiliki daya beli tinggi untuk paket liburan.”