BisnisEkonomi

2018 Pasar Properti Bekasi Diprediksi Meningkat

Pasar properti Bekasi di sub sektor residensial diprediksi terus meningkat di tahun 2018. Karena, disamping menjadi salah satu kota penyangga Jakarta, Bekasi juga didukung pembangunan infrastruktur yang masif, seperti jalan tol dan non tol. Tidak heran kalau sejak semester kedua tahun 2017, berbagai proyek residensial (rumah tapak dan apartemen) baru dikembangkan.

2018 Pasar Properti Bekasi Diprediksi Meningkat

Manager Marketing Darmawangsa Residence Bekasi, Albert Permana mengatakan, dengan makin mudahnya aksesibilitas kawasan Bekasi yang selama ini menjadi handicap, membuat Bekasi sebagai kawasan hunian semakin menarik.

“Naiknya permintaan perumahan segmen menengah atas di Bekasi sejak semester II tahun 2017, juga dirasakan Darmawangsa Residence yang sukses menjual klaster eksklusif Singosari, rumah 2 lantai, di mana dalam tahap pertama telah sold out 95 persen dari total 155 unit,” kata Albert dalam keterangan tertulisnya, Minggu (18/3/2018).

Albert menyatakan, dengan luas lahan lima hektare, di Klaster Singosari akan dibangun sekitar 450 unit rumah.

“Mayoritas pembeli kami end-user, sehingga begitu bangunan selesai dan diserahterimakan kebanyakan mereka langsung menghuni. Terbukti di penjualan tahap satu, sudah mulai banyak dihuni. Karena itu kami sangat ketat dengan jadwal pembangunannya. Banyak konsumen ingin cepat tinggal,” ujarnya.

Albert mengatakan, dari segi teritori, wilayah Darmawangsa Residence memang masuk wilayah Kabupaten Bekasi. Tetapi lokasinya dekat dengan Bekasi Utara, sehingga sangat dekat dengan Kota Bekasi, Summarecon Bekasi, Stasiun Bekasi, dan Bekasi Timur. Tidak jauh dari perbatasan Kota Bekasi, hanya kurang lebih 1,5 km. Sehingga meskipun wilayahnya berada di kabupaten, tapi suasana wilayah Kota Bekasi.

“Makanya proyek kami dapat bersaing dengan proyek-proyek besar yang sudah existing di Kota Bekasi,” tegasnya.

Selain Klaster Singosari, di Darmawangsa Residence Alsa juga memasarkan rumah tipe 36/60 (LB/LT) di Klaster Kedaton untuk kelas menengah. Meski rumah tipe mungil, tetapi speknya menggunakan double dinding.

Area komersial pertokoan, kata Albert, juga sedang dikembangkan. Setidaknya sudah tiga blok (13 unit ruko) yang sudah terjual dan beroperasi. Selebihnya masih ada tujuh blok lagi yang sedang dan akan dipasarkan, yang semua berada di Jalan Boulevard Darmawangsa Residence.

Albert juga menerangkan, “Kebutuhan akan area komersial ini sudah sangat mendesak, mengingat jumlah penghuni dari empat klaster yang sudah terbangun mencapai 2.200 KK (kepala keluarga) atau 8.800 jiwa.”