Teknologi

Abu Kremasi Stephen Hawking Akan diletakkan dengan dengan Darwin dan Newton

Fisikawan Stephen Hawking akan dimakamkan di mana ilmuwan besar lainnya beristirahat. Abu kremasi Hawking akan dimakamkan di gereja Westminster Abbey, bersebelahan dengan makam Isaac Newton dan Charles Darwin.

Westminster Abbey adalah gereja yang tidak hanya dikenal sebagai pengangkatan raja / ratu Inggris. Tetapi juga dikenal sebagai makam bagi tokoh-tokoh penting Inggris, mulai dari raja / ratu hingga ilmuwan.

“Abu Profesor Stephen Hawking layak dikuburkan di Abbey, dekat dengan para ilmuwan besar lainnya di sana,” kata kepala eksekutif Westminster John Hall kepada Reuters, Rabu (21/3).

Isaac Newton adalah penemu hukum gravitasi universal dan salah satu pendiri matematika modern. Newton dimakamkan di Abbey pada 1727.

Sedangkan Charles Darwin adalah seorang ilmuan yang namanya luar biasa berkat teori evolusi. Penelitiannya dianggap sebagai terobosan di bidangnya bahkan hingga hari ini. Setelah nafas terakhir, tubuh Darwin dimakamkan di Abbey, bersebeahan dengan Newton.

Pada dasarnya pemakaman di Westminster Abbey adalah hal yang langka. Ilmuwan terakhir yang tercatat untuk dikubur di sana adalah pelopor fisika nuklir Ernest Rutherford pada tahun 1937.

Ada juga Joseph John Thomson yang ditempatkan di sana pada tahun 1940 berkat jasanya menemukan elektron.

Hawking sendiri meninggal pada usia 76 pada hari Rabu (14/3) lalu. Dia menghabiskan sebagian besar waktunya untuk meneliti misteri lubang hitam dan asal mula alam semesta.

Penyakit neuron motor mengikis kesehatan Hawking sejak usia 21 tahun, memaksanya duduk di kursi roda seumur hidup dan berbicara melalui komputer. Kondisi seperti itu tidak menyurutkan semangat Hawking untuk menyelidiki alam semesta dan isinya