Internasional

Gunakan JASSM-ER Pertama Kali, AS Gempur Suriah

Militer Amerika Serikat (AS) untuk pertama kalinya menggunakan JASSM-ER, ketika menyerang wilayah Suriah Sabtu pekan lalu. Itu merupakan salah satu senjata konvensional paling canggih di gudang senjata Washington yang harganya sekitar USD1,4 juta (Rp19,2 miliar) per unitnya.

Misil teresebut nama panjangnya Joint Air-to-Surface Standoff Missile-Extended Range yang disingkat menjadi JASSM-ER. Senjata ini khusus membidik target dengan presisi yang tepat dari jarak ratusan mil jauhnya dengan pesawat pembom B-1B Lancer.

Saat ini JASSM-ER sedang dimodifikasi untuk menyerang sasaran di laut. Misil canggih tersebut buatan kontraktor pertahanan Lockheed Martin.

Menurut laporan GAO, ada 19 unit misil seperti itu yang ditembakkan militer AS ke situs yang diklaim sebagai fasilitas senjata kimia rezim Suriah. Dengan jumlah tersebut, kalkulasi total harganya diperkirakan mencapai USD26,6 juta.

Selain itu, militer Washington juga menembakkan sekitar 66 rudal jelajah Tomahawk pada tiga target Suriah di Sabtu pagi waktu setempat. Harga rudal buatan kontraktor pertahanan Raytheon ini sama seperti harga JASSM-ER, yakni sekitar USD1,4 juta per unit. Dengan jumlah rudal yang ditembakkan, maka total biaya untuk serangan Tomahawk mencapai sekitar USD92,4 juta.

Kantor berita Reuters, pada Rabu (18/4/2018) melaporkan, agresi AS dengan sekutunya terhadap Suriah memaksa pembayar pajak di AS menanggung biaya ratusan juta dollar. Angka ini mencakup biaya operasional pesawat pembom, kapal-kapal perang, dan berbagai rudal canggih.

“Ini adalah senjata yang presiden raih untuk pertama dalam krisis,” kata ahli pertahanan Thomas Karako, mengacu pada rudal kebanggaan AS, Tomahawk.

Rudal kebanggaan AS, Tomahawk.

Karako yang merupakan direktur Proyek Pertahanan Rudal di Pusat Studi Strategis dan Internasional mengatakan, Tomahawk sudah dikerahkan lebih dari 2.300 kali sejak bergabung di gudang senjata Angkatan Laut AS pada tahun 1980-an.

Dalam agresi di Suriah pekan lalu, AS diketahui mengerahkan sepasang pesawat pembom B-1B Lancer, salah satu pembom strategis yang berteknologi maju di dunia.

Pesawat ini diyakini memiliki biaya operasi sekitar USD95.000 per jam penerbangan. Tidak jelas berapa lama pesawat Lancers itu terbang dan dari mana dikerahkan.

Sementara itu, Pentagon dan Angkatan Udara AS tidak segera menanggapi permintaan CNBC untuk kejelasan tentang sejauh mana peran B-1B dalam membombardir Suriah