Pilkada 2018

Prabowo Menolak Sistem Ekonomi Neoliberal Dalam Setiap Kampanye

Prabowo Subianto Ketua Umum Partai Gerindra berkampanye untuk memenangkan pasangan nomor urut tiga, Sudrajat-Ahmad Syaikhu pada Pilkada Jawa Barat 2018. Prabowo berorasi di depan ribuan kader Gerindra yang memenuhi Ballroom Hotel Bumi Wiyata‎ Depok, Jawa Barat.

“Prabowo!” teriak pemandu acara, “Presiden!” jawab kader dan tamu yang hadir, Minggu (1/4/2018).

Acara dengan tema ‘Prabowo Menyapa Jawa Barat di Kota Depok’ selain dihadiri kader Gerindra, juga dikunjungi Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna, tokoh agama, dewan Pembina 212, ketua Forum Pembela Islam (FPI) Depok, dan sejumlah elemen masyarakat lainnya.

1. Prabowo miris disebut presiden

Prabowo Miris Disebut Presiden saat Kampanye Sudrajat-Syaikhu di Depok

Pada akhir pidatonya, Prabowo mengaku miris pemandu acara menyebut dirinya presiden. Dia juga mengajak masyarakat, kader, dan tokoh masyarakat di Kota Depok untuk mengkampanyekan Sudrajat-Ahmad Syaikhu.

“Saya miris dengar pemandu acara teriak ‘Prabowo, Presiden’. Itu nanti, sekarang kita pikirkan dulu Sudrajat-Ahmad Syaikhu menjadi Gubernur Jawa Barat. Alhamdulillah, DKI sudah dimenangkan Anies- Sandi,” ujar Prabowo.

Prabowo juga meminta kepada pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu agar melaksanakan revolusi putih, jika memenangkan Pilkada Jabar 2018.

“Kalau ente terpilih (Sudrajat-Ahmad Syaikhu) laksanakan revolusi putih di Jawa Barat. Jangan sampai anak-anak kita kekurangan gizi,” ujar Prabowo.

2. Kota Depok adalah kabupaten ke-10 yang disambangi Prabowo

Prabowo Miris Disebut Presiden saat Kampanye Sudrajat-Syaikhu di Depok

Pada awal pidatonya, Prabowo mengatakan Kota Depok adalah kabupaten ke-10 yang ia sambangi.

“Berarti masih ada 17 kabupaten lain yang harus saya sambangi,” ujar Prabowo yang mengenakan baju safari krem lengkap dengan peci hitam itu, dalam pembahasan bagaimana melaksanakan Pancasila dan UUD 45 secara murni dan konsekuen.

3. Prabowo menolak sistem ekonomi neoliberal dalam setiap kampanye

Prabowo Miris Disebut Presiden saat Kampanye Sudrajat-Syaikhu di Depok

Salah satu topik yang dibicarakan Prabowo ‎yakni penolakan terhadap sistem ekonomi neoliberal. Menurutnya sistem ekonomi di Indonesia salah, lantaran hanya merugikan masyarakat Indonesia.

“Sistem ekonomi neoliberal keliru dan terbukti gagal, tidak mungkin memberi kesejahteraan dan kemakmuran kepada rakyat Indonesia,” ujar Prabowo.

Menurut Prabowo sistem ekonomi neoliberal dalam teorinya yang menjadi kaya hanya segelintir, dan kekayaannya akan menetes ke bawah.

“Masalahnya adalah, tokoh-tokoh ekonomi Barat sudah mengkritik sistem ekonomi neoliberal. Salah satunya yang dikatakan oleh Hillary Clinton. Bahwa teori ekonomi yang ‘menetes ke bawah’ sudah waktunya dikubur dalam-dalam,” ujar Prabowo.

4. Prabowo akan memperjuangkan mengembalikan sistem ekonomi yang diamanatkan UUD 45

Prabowo Miris Disebut Presiden saat Kampanye Sudrajat-Syaikhu di Depok

Prabowo mengatakan bersama Gerindra ia akan memperjuangkan mengembalikan sistem ekonomi yang diamanatkan UUD 45, sebagaimana pada Pasal 33. Prabowo berpandangan hajat hidup rakyat Indonesia tidak dikuasai negara Indonesia.

“Kunci kita ada pada Pasal 33 UUD 45, bahwa perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan. Dan cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara,” kata Prabowo.

5. Gerindra komitmen akan meniadakan kemiskinan dan kekayaan untuk rakyat Indonesia

Prabowo Miris Disebut Presiden saat Kampanye Sudrajat-Syaikhu di Depok

Dalam kesimpulan pidatonya, Prabowo berkomitmen ia dan partainya akan menyamai pandangan dengan Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) bahwa untuk menjadi bangsa yang merdeka adalah bangsa yang rakyatnya tidak merasakan kemiskinan, tidak ada kelaparan, serta kesehatan, dan kesejahteraan yang baik.

“Negara yang merdeka, tidak boleh ada kemiskinan, kita harus bekerja keras supaya kekayaan kembali di tangan Indonesia lagi. Tidak boleh ada kelaparan dan tidak ada anak-anak kita yang kurang gizi,” kata mantan Danjen Kopassus itu.