Pendidikan

Taiwan Educational Showcase, Enam Kampus Taiwan Tawarkan Beasiswa Di UMM

The Indonesia Taiwan Education Center in Surabaya (TECSID) bekerjasama dengan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyelenggarakan acara bertajuk beasiswa Taiwan, Selasa (8/5). Melalui tema 2018 Taiwan Educational Showcase yang berlokasi di Aula BAU UMM, mahasiswa ditawarkan beasiswa di enam universitas ternama di Taiwan.

Enam Universitas tersebut adalah Asia University, China Medical University, Fujen Catholic University, National Formosa University, National Sun Yat-sen University, dan Vanung University.

Universitas-universitas tersebut memberikan tawaran beasiswa studi di Taiwan dalam Bahasa Mandarin dan Bahasa Inggris untuk jenjang S1 hingga S3 dan program internasional lainnya.

Asisten Rektor Bidang Kerjasama UMM Soeparto menyampaikan, digelarnya acara ini menjadi salah satu bentuk dukungan UMM untuk meningkatkan minat mahasiswa. Baik internal UMM maupun eksternal untuk menempuh studi lanjutan dengan iklim internasional, khususnya di Taiwan.

Soeparto berharap, kegiatan ini menjadi pemantik semangat mahasiswa. Terutama untuk merasakan iklim internasional dan belajar di luar negeri.  “Selain itu, menjadi jalan untuk memperkuat kerjasama UMM dengan The Indonesia Taiwan Education Center in Surabaya,” tegas Soeparto.

Taiwan Educational Showcase, Enam Kampus Taiwan Tawarkan Beasiswa Di UMM

Acara tersebut berhasil menarik antusias mahasiswa untuk hadir. Salah satunya Lissari Albar. Mahasiswa yang sedang menempuh Magister Kebijakan Pengembangan Pendidikan (MKPP) di sebuah universitas swasta ini  mengaku tertarik dengan pendidikan di Taiwan lantaran pendidikan dan teknologinya yang maju.

Lissari mengaku tertarik ke Taiwan lantaran menurutnya negara itu sudah menjelma menjadi negara maju. Dia juga menilai, kualitas pendidikan di Taiwan juga berkualitas. “Teknologinya sudah bagus juga. Itu yang membuat saya tertarik kenapa saya mau ke Taiwan,” beber Lissari.

Hal berbeda diungkapkan Pambudiono, mahasiswa jurusan Ilmu Teknologi Pangan (ITP) UMM juga tertarik melanjutkan sekolah ke Taiwan.

Pambudiono mengaku, besarnya peluang untuk menempuh studi di Taiwan dari pada universitas di Eropa membuatnya tertarik untuk belajar di negara yang menggunakan bahasa Mandarin ini.

“Berdasarkan informasi yang saya dapatkan, kuliah di  Eropa itu persyaratannya sulit sekali sedangkan di Taiwan tidak,” ujar mahasiswa semester akhir tersebut.