Dunia

Resmi, Amerika Serikat Keluar Dari Kesepakatan Nuklir Iran

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menarik Amerika Serikat keluar dari kesepakatan nuklir internasional dengan Iran. Langkah ini ditengarai berpotensi meningkatkan risiko gesekan di Timur Tengah, mengecewakan sekutu Eropa, dan menambah ketidakpastian atas pasokan minyak mentah global.

Dalam pidatonya di televisi yang disiarkan dari Gedung Putih, Trump menegaskan bahwa ia akan menerapkan kembali sanksi ekonomi AS terhadap Iran. “Kesepakatan satu sisi yang mengerikan seharusnya tidak pernah dibuat,” kata Trump dilansir dari Reuters.

Kesepakatan Nuklir 2015 yang disepakati oleh AS, lima kekuatan dunia, dan Iran sudah mencabut sanksi terhadap Iran sebagai imbalan atas pembatasan program nuklirnya. Kesepakatan itu dirancang untuk mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir.

Tetapi, Trump mengeluh lantaran kesepakatan itu dianggap tidak membahas program rudal balistik Iran, kegiatan nuklirnya setelah tahun 2021 atau peran Iran dalam konflik di Yaman dan Suriah.

Resmi, Amerika Serikat Keluar Dari Kesepakatan Nuklir Iran

Pemimpin Inggris, Jerman, dan Prancis yang menandatangani kesepakatan bersama dengan China dan Rusia mengatakan dalam sebuah pernyataan bersama bahwa keputusan Trump akan menjadi penyebab masalah.

Sementara itu, sikap AS keluar dari Perjanjian Nuklir Iran adalah salah satu keputusan yang dianggap paling konsisten dari kebijakan America First milik Trump yang juga sudah membuatnya menarik AS dari Kesepakatan Iklim Prancis, mendekati perang dagang dengan China, dan menarik AS keluar dari Asia-Pacific Trade Deal.