BisnisEkonomi

Jonan: Sulawesi Selatan Merupakan Provinsi Pelopor Energi Terbarukan

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan, Sulawesi Selatan merupakan provinsi pelopor Energi Terbarukan. Hal itu dikarenakan, mengolah pohon aren untuk dicampurkan ke dalam bensin.

“Setelah PLTB Sidrap 75 MW, PLTB Tolo I 72 MW, diharapkan Sulawesi Selatan yang kaya dengan pohon aren, nantinya menjadi produsen campuran bensin, sekaligus menumbuhkan ekonomi masyarakat. Kita dorong campuran 5% bioetanol untuk bahan bakar agar langit Sulawesi Selatan tetap biru,” ujar Jonan dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Kamis (10/5/2018).

Dalam kunjungannya ini, Jonan meresmikan 15 Sumur Bor dan 21 Pembangkit Listrik Tenaga Energi Baru Terbarukan (EBT) se-Sulawesi Selatan, yang dipusatkan di Desa Batujala, Kecamatan Bontoramba, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan. Sumur bor maupun pembangkit (PLTS dan PLTMH) dibangun menggunakan APBN Tahun Anggaran 2017.

Jonan berpesan agar warga dapat menjaga dan merawat infrastruktur yang diresmikan hari ini dengan baik. Karena infrastruktur ini dibangun menggunakan uang rakyat dan dikembalikan lagi ke rakyat. “Amanat Presiden Joko Widodo, bahwa pelayanan diprioritaskan langsung ke masyarakat. APBN untuk sebesar-besarnya untuk rakyat. Ini hasilnya nyata untuk masyarakat,” kata Jonan.

Jonan: Sulawesi Selatan Merupakan Provinsi Pelopor Energi Terbarukan

Kepada warga penerima manfaat hasil pembangunan melalui Kementerian ESDM yang hadir, Jonan berpesan, mohon dijaga dengan baik, untuk sumur bor kalau dirawat patungan Rp5.000 sampai Rp20.000 untuk kebutuhan air maupun listrik. “Saya pikir ini tidak akan memberatkan warga. Mari dijaga dan dikelola sama-sama,” tambah Jonan.

Menurut Jonan, satu sumur bor biasanya dapat dimanfaatkan oleh sekitar 3.000 jiwa. Karena , Di desa (Batujala) ini jumlah warga sekitar 600 jiwa. “Mohon dapat dibagi juga kepada warga desa sekitar yang membutuhkan,” tambah Jonan

Hal lainnya, Jonan mengungkapkan, Sulawesi Selatan juga memiliki Blok Karaeng. Tentunya ini akan meningkatkan lapangan kerja di daerah tersebut. “Sekarang sudah sudah mulai ditender, mudah-mudahan ada yang berminat. Kalau maju, nanti akan ada Dana Bagi Hasil (DBH), juga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat,” tutup Jonan.