Internasional

ISIS Klaim Dalangi Serangan Mematikan Terhadap Polisi Belgia

ISIS mengklaim salah satu “tentaranya” menewaskan dua polisi wanita dan seorang mahasiswa di kota Liege, Belgia, minggu ini. Klaim tersebut disebarkan lewat media propaganda kelompok ekstrimis tersebut, Amaq.

“Pelaku serangan di kota Liege Belgia adalah seorang prajurit dari Negara Islam,” kata ISIS dalam sebuah pernyataan yang dipublikasikan di akun Telegram milik Amaq sehari setelah serangan itu seperti dikutip dari Al Arabiya, Kamis (31/5/2018).

“Dia melakukan serangan itu sebagai tanggapan terhadap seruan untuk menargetkan negara-negara koalisi internasional pimpinan AS,” kata kelompok teror itu lagi.

ISIS Klaim Dalangi Serangan Mematikan Terhadap Polisi Belgia

Seperti diketahui, Amerika Serikat (AS) dengan beberapa negara sekutunya ikut memerangi ISIS terutama di Suriah.

Penyerang yang diidentifikasi sebagai Benjamin Herman berulang kali menikam dua polisi wanita di Liege pada hari Selasa sebelum menggunakan senjata mereka sendiri untuk membunuh keduanya, menurut para penyelidik di Belgia.

Pria berusia 31 tahun itu juga menembak mati seorang mahasiswa yang duduk di sebuah mobil yang diparkir di pusat kota industri itu.

Polisi Belgia sudah mengidentifikasi Herman sebagai tunawisma yang menghabiskan satu dekade di dalam dan keluar dari penjara lantaran tindakan kekerasan dan kejahatan kecil.

Sementara jaksa penuntut mengatakan metode serangannya adalah “modus operandi” ISIS, yang mengklaim serangan mematikan di Brussels pada tahun 2016.