BisnisEkonomi

Harga Minyak Mentah Dunia Menyusut Dua Hari Berturut-turut

Pada Jumat (1/6/2018), harga minyak mentah Amerika Serikat (AS) melanjutkan tren pelemahan pada perdagangan, ketika mendapatkan tekanan dari catatan produksi minyak Negeri Paman Sam -julukan AS. Sementara di sisi lain ekspektasi output Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak Dunia (OPEC) tercatat lebih tinggi.

Seperti dilansir Reuters hari ini, harga minyak mentah West Texas Intermediate AS sudah mengalami penurunan 13 sen atau setara 0,2% menjadi USD66,91 per barel pada pukul 02.10 GMT setelah jatuh hampir 2% pada Kamis, kemarin. Sedangkan harga minyak mentah Brent mengalami sedikit perubahan pada sesi sebelumnya usai lebih rendah 6 sen atau 0,1% di level USD77,50 per barel.

Produksi minyak mentah AS semakin meningkat sampai menyentuh rekor tertinggi sejak akhir tahun lalu. Terpantau pada Maret, produksi minyak AS sudah melonjak 215.000 barel per hari (bpd) menjadi 10,47 juta barel per hari untuk menjadi rekor baru selama satu bulan berdasarkan data Administrasi Informasi Energi (EIA).

Harga Minyak Mentah Dunia Menyusut Dua Hari Berturut-turut

“Produksi AS terus tumbuh, bila melihat garisnya terus menanjak. Meningkatnya penyebaran antara Brent dan WTI. Maka secara finansial masuk akal bagi pembeli untuk mengambil WTI karena harganya sangat murah,” ujar Manajer Risiko Minyak Mitsubishi Corp yakni Tony Nunan.

Sebelumnya pada Kamis, kemarin terlihat premi untuk Brent atas WTI melampaui USD11 per barel, terbesar sejak awal 2015. Hal itu sudah berlipat ganda dalam waktu kurang dari sebulan, karena kurangnya kapasitas pipa di Amerika Serikat telah menjebak banyak output. “Penurunan inventaris di AS dibayangi oleh output AS yang melonjak ke tingkat rekor tertinggi,” kata ANZ dalam sebuah catatan.

Sementara Minyak Brent mencapai posisi terendah tiga minggu di bawah USD75 per barel pada hari Senin, setelah OPEC dan sekutunya, termasuk Rusia, mengindikasikan mereka dapat menyesuaikan kesepakatan mereka untuk membatasi pasokan dan meningkatkan produksi. Sepanjang pekan ini, WTI turun 1,4% sementara Brent naik 1,4%.