BisnisEkonomi

H-8 Lebaran, Penumpang KA Ke Pulau Jawa Meningkat

Pada H-8 Lebaran 2018, jumlah penumpang kereta api (KA) dari Jakarta tujuan Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur mengalami lonjakan.

Lonjakan penumpang mudik dengan KA ini terjadi di Stasiun Gambir dan Senen. “Setiap hari kita evaluasi sejak H-10 pada Selasa (5/6). Nah, H-9 jum lah penumpang turun di banding tahun lalu. Kemudian H-8 mulai ada lonjakan penumpang dari Gambir dan Senen,” kata Dirut PT KAI Edi Sukmoro seusia melakukan peninjauan kondisi angkutan penumpang dari Sta siun Cirebon sampai Stasiun Semarang Tawang kemarin.

Edi menyebutkan, keberangkatan penumpang KA dari Stasiun Gambir sampai sore kemarin sebanyak 16.800 penumpang. Sedangkan pada hari normal keberangkatan penumpang dari Stasiun Gambir hanya 7.000 penumpang. Tidak hanya Stasiun Gambir, Stasiun Senen juga mengalami lonjakan dibandingkan waktu normal.  “Di Senen tadi saya cek mencapai 23.000 penumpang, padahal hari biasa hanya 12.000 penumpang,” terangnya. Edi memprediksi puncak angkutan mudik Lebaran terjadi pada H-7, Jumat (8/6) kemarin.

H-8 Lebaran, Penumpang KA Ke Pulau Jawa Meningkat

Prediksi puncak mudik Lebaran, lanjut Edi, bisa dilihat dari jumlah kursi yang dipesan. “Kita memprediksi mudik tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatannya sekitar 3% sesuai dengan ketersediaan kursi,” ungkapnya. Menurut Edi, selama angkutan mudik Lebaran dari H-10 hingga H+10 ada 393 perjalanan KA.

Perjalanan kereta api itu sekitar 176 perjalanan kereta api melintas di Cirebon. “Khusus untuk Daop 3 Cirebon paling banyak kereta yang melintas. Secara keseluruhan kita sudah siap semua, bahkan selama posko mudik sampai Lebaran kita siapkan sahur gratis, 85.000 bungkus per harinya,” tambahnya.

Sementara itu, data KAI Daop 4 Semarang menyebutkan jumlah penumpang yang akan turun kemarin diperkirakan mencapai 24.000 penumpang. Data terakhir penumpang yang turun pada hari ini (kemarin) sampai pukul 09.00 WIB berjumlah 21.944 pe num pang. “Pada hari-hari biasa, jumlah penumpang yang turun berkisar 11.000 sampai 15.000 penumpang,” beber Manajer Humas PT KAI Daop 4 Semarang Suprapto.

Jalur Udara juga Ramai

H-8 Lebaran, Penumpang KA Ke Pulau Jawa Meningkat

Arus mudik melalui jalur udara juga mulai terlihat ramai. Seperti yang tampak di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten. Branch Communication and Legal Bandara Soetta Sowtta Erwin Revianto mengatakan, pemudik Lebaran di Bandara Soetta sudah mulai tampak. Di Terminal 1 bahkan terpantau sudah ada antrean penumpang.

“Pemudik bisa gunakan fasilitas terbaru mobile check in sehingga penumpang tak harus susah mengantre panjang di countercheck in. Ada petugasnya yang akan memberikan pelayanan,” tukasnya. Arus mudik di Bandara Internasional Adisutjipto mulai meningkat dibandingkan hari biasa.

Communication and Legal Section Head Bandara Adisutjipto Yogyakarta Liza Anindya Rahmadiani mengatakan, berdasarkan data yang masuk, pada H-8 tercatat terjadi pergerakan 173 penerbangan. Terdiri atas 165 penerbangan domestik (83 kedatangan dan 82 keberangkatan) serta delapan penerbangan internasional, masing-masing empat kedatangan dan keberangkatan.

“Dari penerbangan itu, tercatat ada 23.396 penumpang, 22.365 domestik dan 1.031 penumpang internasional,” kata Liza kemarin.

Menurut Liza, dibandingkan dengan periode yang sama ta hun lalu, jumlah tersebut meningkat. Tahun lalu pada H- 8 hanya tercatat 162 penerbangan, dengan 21.908 penumpang atau naik 6%. Penumpang kedatangan juga lebih banyak dibandingkan dengan ke berangkatan, yaitu 12.249 keda tangan dan 11.147 keberangkatan.

“Secara umum jumlah 23.00 penumpang ini juga lebih banyak jika dibandingkan hari biasa atau reguler, yaitu 22.000 penumpang,” paparnya. Sementara itu, maskapai berbiaya hemat (LCC) Citilink Indonesia mengawali musim mudik Lebaran 2018 dengan melakukan penerbangan perdana, rute Surabaya-Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kertajati, Majalengka, Jawa Barat, kemarin.

Penerbangan Surabaya-Kertajati dengan nomor penerbangan QG 9820 lepas landas dari Bandara Juanda pukul 05.00 WIB dan tiba di Bandara Kertajati pada pukul 06.15 WIB. Sedangkan rute sebaliknya, Kertajati-Surabaya dengan nomor penerbangan GQ 9821 lepas landas pukul 07.25 WIB dan kembali di Kota Pahlawan pukul 08.55 WIB.

Pendaratan perdana pesawat komersial di Bandara Kertajati ini disertai acara seremoni water salute. Selanjutnya sekitar 130 penumpang yang tiba di Bandara Kertajati disambut pengalungan bunga oleh pihak PT BIJB, PT Angkasa Pura II, dan Citilink Indonesia.

“Penerbangan perdana ini merupakan bagian dari penerbangan extra flight dalam mengakomodasi penumpang yang hendak melakukan perjalanan mudik untuk merayakan Idul Fitri 1439 H di kampung halaman masing-masing,” kata Di rektur Utama Citilink Juliandra Nurtjahjo.

Sementara Direktur Operasional dan Teknik Angkasa Pura II Djoko Murjatmojo menambahkan, untuk menambah antusias warga terbang dari Bandara Kertajati, pihaknya sudah menyediakan cash back Rp10 juta di setiap satu penerbangan maskapainya selama mu sim mudik Lebaran tahun ini. “Jadi di setiap satu penerbangan, kita siapkan Rp10 juta untuk keseluruhan ini,” tandasnya.

Sebelumnya Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memerintahkan otoritas bandara meningkatkan pelayanan dan jam operasional bandara saat me masuki mudik Lebaran 2018. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menuturkan, penumpang yang menggunakan jalur udara akan meningkat cukup signifikan pada mudik Lebaran 2018.

Peningkatan penumpang pesawat terbang bahkan diperkirakan mencapai 9% jika dibanding masa mudik tahun lalu. “Kami juga minta kepada bandara-bandara yang biasanya cuma sampai 8 jam, 6 jam itu, menjadi 24 jam se hingga kapasitasnya akan naik,” ucap Budi.

Dengan pertambahan pelayanan hingga 24 jam, semua pesawat harus dikontrol secara rutin guna menghindari ada gangguan teknis yang menyebabkan penerbangan ditunda.

Hal ini juga sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat yang menggunakan pesawat terbang untuk mudik. Selain itu, dia juga meminta seluruh otoritas bandara menambah slot penerbangan selama arus keberangkatan dan balik Lebaran sehingga dapat menampung semua pemudik. “Kita menambah 3.500 slot untuk Jakarta selama dua minggu penerbangan untuk Jakarta. Jadi kalau seluruh Indonesia, kira-kira dua kali lipatlah,” kata Budi.