Internasional

Rusia Takkan Serahkan Snowden Dalam Pertemuan Putin Dan Trump

Rusia tidak akan menyerahkan whistleblower National Security Agency (NSA) Edward Joseph Snowden kepada Amerika Serikat (AS) sebagai imbalan untuk pencabutan sanksi. Nasib pria Amerika itu juga tidak akan dibahas dalam pertemuan Presiden Vladimir Putin dan Presiden Donald Trump di Helsinki 16 Juli nanti.

Hal itu disampaikan Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov kepada BBC ketika ditanya apakah Snowden akan menjadi bagian dari kesepakatan Putin dengan Trump. “Saya belum pernah mendiskusikan Edward Snowden dengan administrasi (Donald Trump),” kata Lavrov kepada jurnalis Channel 4 BBC, Cathy Newman.

Dia menambahkan bahwa Presiden Vladimir Putin sudah membahas masalah ini beberapa tahun yang lalu. “Ketika dia ditanya, dia mengatakan ini adalah Edward Snowden untuk memutuskannya. Kami menghormati haknya, sebagai individu,” kata Lavrov mengutip pernyataan Putin.

“Itulah mengapa kami tidak dalam posisi untuk mengusir dia yang bertentangan dengan keinginannya, karena dia menemukan dirinya di Rusia bahkan tanpa paspor AS, yang dihentikan karena dia terbang dari Hong Kong,” lanjut Lavrov.

Whistleblower National Security Agency (NSA) Edward Joseph Snowden

Snowden sebelum melarikan diri dari AS adalah kontraktor NSA. Dialah orang di balik kebocoran data penyadapan terbesar AS dengan alasan tindakan NSA melanggar privasi dan tidak sesuai dengan nilai-nilai Amerika. Bocoran data dari Snowden sempat memicu perseteruan AS dengan beberapa negara, termasuk dengan sekutu-sekutunya di NATO.

Snowden melarikan diri dengan terbang ke Hong Kong. Dia kemudian ingin terbang ke negara-negara Amerika Latin. Tetapi, ketika sampai di Moskow, paspornya dicabut pemerintah AS yang kala itu dipimpin Presiden Barack Obama.

Pemerintah Rusia akhirnya memberi suaka politik pada Snowden. Pria Amerika yang diburu aparat intelijen AS itu terancam diadili di negaranya lantaran membocorkan dokumen rahasia ke beberapa media.

Bagi pemerintah Washington, sosok Snowden dianggap sebagai pengkhianat. Tetapi, bagi kelompok-kelompok pembela HAM dan demokrasi, pria itu dianggap sebagai pahlawan.

Jurnalis Channel 4 BBC selama wawancara dengan Lavrov menanyakan apakah mungkin Rusia—dalam pertemuan Trump-Putin—mencoba menawarkan Snowden dengan imbalan pencabutan sanksi oleh AS.
“Saya tidak tahu mengapa orang akan mulai mengajukan pertanyaan khusus ini dalam kaitannya dengan kobferensi tingkat tinggi (KTT). Edward Snowden adalah penguasa takdirnya sendiri,” tegas Lavrov, yang dilansir Sabtu (30/6/2018).