BisnisEkonomi

Perang Dagang Dengan AS, China Berupaya Gaet Uni Eropa

China tampak berupaya keras menggaet Uni Eropa (UE) sebagai karib barunya, setelah resmi berbalas tarif impor dalam perang dagang dengan Amerika Serikat (AS).

Pada akhir pekan lalu P erdana Menteri China Li Keqiang menemui para pemimpin Eropa di Sofia, Bulgaria, dan menegaskan komitmen Negeri panda itu untuk lebih membuka diri ke dunia. Keqiang juga bertemu dengan Kanselir Jerman Angela Senin (9/7), yang akan dilanjutkan dengan pertemuan puncak UE-China pekan depan.

Terlepas dari upaya kedua belah pihak untuk lebih dekat, analis tidak yakin Eropa dan China akan mencapai kompromi yang signifikan dalam hal perdagangan. Keduanya dinilai sangat butuh pasar AS untuk ekspor produksi industrinya.

“China dan UE sama-sama memiliki kelebihan kapasitas industri yang sangat butuh pasar ekspor AS. Keduanya tak memiliki permintaan internal yang memadai untuk menyerap kelebihan kapasitas itu. Dan keduanya juga memiliki masalah-masalah struktural,” kata Kepala Ekonom Tressis Gestion Daniel Lacalle seperti dilansir CNBC, Selasa (10/7/2018).

Perang Dagang Dengan AS, China Berupaya Gaet Uni Eropa

Sementara CEO Fasanara Capital Francesco Filia menilai, perbedaan pandangan dan kebijakan antara 28 negara anggota UE juga akan menghalangi terbentuknya koalisi antara UE-China melawan AS.

“Sementara China menggunakan kebijakan yang tegas, Uni Eropa akan dilanda perselisihan internal atas masalah ini, karena agenda politik negara anggotanya yang mengganggu. Ketegangan perdagangan sepertinya akan bertahan lebih lama,” kata Filia.

Meski demikian, China diketahui sudah menggelontorkan miliaran euro untuk berbagai proyek seperti jalan, rel kereta, pelabuhan dan infrastruktur lainnya di berbagai negara di Eropa Tengah maupun Timur.

Dalam konteks dagang, China adalah sumber impor terbesar UE dan merupakan pasar ekspor terbesar kedua bagi Benua Biru tersebut. Rata-rata nilai perdagangan kedua belah pihak mencapai USD1,18 miliar per hari.

Belum lama ini Wakil Presiden Komisi Eropa Jyrki Katainen  mengonfirmasi bahwa China UE sudah  mengambil langkah lebih jauh untuk menandatangani sebuah kesepakatan investasi. “Kami memutuskan UE dan China akan berbagi penawaran akses pasar untuk kesepakatan investasi,” tuturnya.

Walaupun belum terkonfirmasi, penandatangan kesepakatan itu diprediksi akan terjadi pada pertemuan antara UE-China di Beijing pekan depan.