Nasional

Jamaah Haji Asal Indonesia Akan Menempati 164 Hotel Di Makkah

Jamaah Haji Asal Indonesia Akan Menempati 164 Hotel Di Makkah

Jamaah haji asal Indonesia akan menempati sebanyak 164 hotel di Makkah, Saudi Arabia. Semuanya tersebar di Syisyah, Raudhah, Mahbas Jin, Aziziah, Rei Bakhsy, Misfalah, dan Jarwal.

Jamaah paling banyak menginap di wilayah Jarwal, yaitu sektor 11. Di sana ada 32.428 jamaah. Sektor 7 Mahbas Jin menampung 20.531 jamaah. Di daerah ini jamaah menginap di Hotel Anwar Al Aseel. Ada sekitar 3.484 orang bermalam di hotel tersebut.

Kebanyakan di luar musim haji hotel-hotel itu tidak dihuni. Hanya beberapa di antaranya ditempati jamaah umrah, seperti di Jarwal, Rei Bakhsy, dan Mahbas Jin. Penginapan di sana lebih dekat dengan Masjid al-Haram dibandingkan yang ada di wilayah lain. Hotel yang sudah dipesan PPIH diharamkan menampung jamaah selain Indonesia.

“Beberapa tahun lalu pernah terjadi dengan alasan jamaah Indonesia belum datang. Sekarang tidak boleh. Kalau ada yang nekat, maka kami meminta pengelola mengeluarkan jamaah tersebut,” kata Kepala Daerah Kerja Makkah Endang Jumali di Syisyah, Senin (23/7/2018).

Jamaah Haji Asal Indonesia Akan Menempati 164 Hotel Di Makkah

Endang menjelaskan, jamaah haji asal Indonesia akan sepenuhnya ditangani Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), sehingga tidak ada kendala komunikasi.

Pengelola hotel harus menyerahkan kunci kamar jamaah kepada petugas haji. Hal ini dimaksudkan untuk mempercepat jamaah masuk ke dalam kamar dan beristirahat. “Petugas nanti mengantarkan mereka ke kamar. Koper jamaah juga akan diantarkan menuju kamar,” katanya.

Berdasarkan catatannya, lebih dari 40 persen hotel yang dipesan baru melayani jamaah haji Indonesia. Sisanya adalah pondok yang pada tahun lalu sudah dipesan.

Endang menjelaskan, pihaknya tidak lagi melanjutkan kontrak kerja dengan hotel-hotel yang dipesan pada tahun lalu karena penilaian di luar standard. Ada saja keluhan yang dirasakan jamaah dan petugas pada tahun lalu sehingga mengharuskan pihaknya untuk mengalihkan pemondokan ke tempat lain.

“Macam-macam permasalahan. Ada yang tidak memenuhi kesepakatan, pengelola susah dihubungi, respons lamban, mengabaikan permintaan kita, dan lainnya,” kata Endang.

Sementara pada musim haji kali ini pun hotel-hotel yang ditempati Jamaah Indonesia akan dinilai. Jika bermasalah, maka siap-siap untuk tidak disewa lagi pada musim haji yang akan datang.