BisnisEkonomi

Ternyata Dirut Bank BUMN Lebih Tenar Dibanding Bank Swasta

Ternyata Dirut Bank BUMN Lebih Tenar Dibanding Bank Swasta

Pemimpin bank BUMN ternyata menunjukkan kontribusi lebih besar untuk membangun citra positif bank mereka ketimbang pemimpin di bank swasta. Riset Maverick Banking Media Performance Report H1-2018 menunjukan hal tersebut.

Dikutip dari riset tersebut, Kamis 2 Agustus 2018, sepanjang Januari-Juni 2018, Direktur Utama BRI Suprajarto berhasil menempati peringkat teratas dari daftar Most Featured Executives pada Semester 1-2018, dengan 325 artikel atau 29 persen dari keseluruhan pemberitaan BRI.

Adapun jumlah ini meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Tingginya peningkatan pemberitaan mengenai Suprajarto ditopang oleh pemberitaan terkait kasus skimming serta laporan keuangan BRI pada kuartal I-2018.

Selanjutnya, Direktur Utama Mandiri Kartika Wirjoatmodjo yang harus rela turun peringkat dari posisi puncak pada semester 1-2017 menjadi peringkat kedua pada semester 1-2018. Penurunan itu diiringi oleh turunnya jumlah artikel dari 344 artikel menjadi 321 artikel, atau sebanyak 30 persen dari keseluruhan pemberitaan Mandiri pada periode tersebut.

Direktur Utama BRI Suprajarto berhasil menempati peringkat teratas dari daftar Most Featured Executives pada Semester 1-2018

Pemberitaan mengenai Kartika sebagian besar didorong oleh pemberitaan terkait pembayaran dividen serta laporan keuangan Mandiri pada tahun 2017. Di mana Mandiri membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp20,6 triliun, tumbuh 49,5 persen secara tahunan.

Sementara itu, Direktur Utama BCA Jahja Setiaatmadja juga mengalami hal serupa. Jahja tidak berhasil mempertahankan posisi kedua pada Semester 1-2017 dan menempati posisi ketiga pada Semester 1-2018. Jumlah pemberitaan Jahja pun menurun menjadi 252 artikel pada semester 1-2018, atau 33 persen dari keseluruhan pemberitaan BCA.

Pemberitaan mengenai laporan keuangan BCA pada tahun 2017 serta BCA Expoversary 2018 berhasil menjadi penopang pemberitaan Jahja pada semester 1-2018.

Riset ini juga menemukan, Direktur Utama OCBC NISP Parwati Surjaudaja, menjadi satu-satunya pakar perbankan perempuan dari kategori bank BUKU III yang berhasil masuk dalam 10 besar daftar Most Featured Executives di semester 1-2018. OCBC NISP juga menjadi satu-satunya bank dari kategori BUKU III yang masuk ke dalam peringkat 10 besar.

“Seringnya pemberitaan yang mengutip atau menyebut direktur utama atau ekonom sebuah bank akan menambah visibility bank tersebut di media. Dengan sendirinya membantu dalam membangun citra positif bagi bank tersebut,” ujar Direktur Monitoring and Analytic Maverick Solusi Komunikasi, Felicia Nugroho melalui keterangan tertulis.

Direktur Utama Mandiri Kartika Wirjoatmodjo yang harus rela turun peringkat dari posisi puncak pada semester 1-2017 menjadi peringkat kedua pada semester 1-2018

Media Banking Report juga mengukur ekonom atau analis yang paling populer di media massa. Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, berada di posisi puncak Most Featured Economist pada Semester 1-2018. Jumlah pemberitaan Josua berkontribusi sebanyak 74 persen 324 artikel dari keseluruhan pemberitaan Permata Bank pada Semester 1-2018. Di peringkat kedua adalah ekonom BCA, David Sumual dan diikuti Andry Asmoro dari Mandiri.

Data menunjukkan, Josua Pardede paling banyak memberikan analisis mengenai pergerakan Rupiah, pertumbuhan ekonomi dan suku bunga acuan. Sementara David Sumual sering memberikan analisis mengenai makro ekonomi dan komentarnya mengenai pergerakan suku bunga acuan. Sedangkan, Andry Asmoro sering memberikan komentar mengenai pergerakan Rupiah serta pertumbuhan ekonomi.

“Sebagai ekonom, saya bertanggung jawab untuk selalu memberikan pandangan dan analisis, sehingga publik memiliki pemahaman yang benar dan akurat terkait kondisi perekonomian. Selain itu, kontribusi pada media juga dapat meningkatkan nilai dan reputasi perusahaan.” kata Josua.

Sedangkan ekonom lain yang berada pada daftar 10 besar Most Featured Economists adalah para pemain lama di industri perbankan, seperti misalnya Mandiri Chief Economist Anton Gunawan. Satu-satunya pemain baru yang berhasil memasuki daftar ini adalah ekonom UOB Enrico Tanuwidjaja yang berhasil menempati posisi kesepuluh.

“Harapannya kami ke depannya akan ada lebih banyak lagi eksekutif bank dan ekonom lainnya yang dikutip untuk pandangan dan analisa perekonomian, terutama dari non BUKU IV bank,” ujarnya.

Sebagai informasi, Maverick Banking Media Performance Report H1-2018 adalah laporan yang mengukur pencapaian strategi komunikasi publik dari 20 bank terbesar di Indonesia. Dengan memonitor peliputan industri perbankan di 20 media serta media sosial diantaranya Twitter, Facebook dan Instagram.

Pencapaian tersebut diukur melalui Media Performance Index (MPI) yang memperhitungkan tidak hanya jumlah artikel, tetapi juga kualitas pemberitaan. Laporan ini juga menyajikan hasil pemberitaan terhadap juru bicara dan ekonom bank, kegiatan CSR, peluncuran produk dan layanan baru, serta kerja sama (B2B).