Teknologi

Aturan Pajak 25% Bikin Mitsubishi Boncos Di Amerika Serikat

Aturan Pajak 25% Bikin Mitsubishi Boncos Di Amerika Serikat

Mitsubishi menjadi salah satu pemain di pasar automotif global, mengakui produknya sangat laku di China dan Asia Tenggara.  Tetapi hal itu tidak berlaku di Amerika Serikat,  aturan pajak yang dikeluarkan AS sebesar 25 % membuat Mitsubishi tidak dapat apa-apa alias boncos.

Chief Operating Officer Mitsubishi Motors, Trevor Mann mengatakan, pada 2017 Mitsubishi Motors memperoleh hasil yang menggembirakan dengan performa yang baik dari wilayah China dan Asia Tenggara tetapi di AS tidak mendapatkan keuntungan.

Apalagi dengan adanya aturan pajak impor 25 persen di pasar AS yang dikeluarkan Presiden Donald Trump. Berdasarkan laporan Automotive News seperti dilansir dari Carscoops Selasa (14/8/2018),  Mitsubishi  merencanakan sejumlah model baru untuk diluncurkan mulai tahun 2020.

Ini akan mencakup Outlander generasi berikutnya dan pilihan model lain yang menggunakan platform dan mesin dari Renault dan Nissan. Mann yakin kendaraan ini akan meningkatkan daya tarik Mitsubishi.

Aturan Pajak 25% Bikin Mitsubishi Boncos Di Amerika Serikat
Aturan Pajak 25% Bikin Mitsubishi Boncos Di Amerika Serikat

Pasalnya Mitsubishi di Amerika Serikat masih merupakan pasar yang sangat kecil. Hanya 10 persen dari penjualan merek di seluruh dunia di AS yang hanya menyumbang kurang dari 10 persen untuk keuntungan Mitsubishi.

“Itu tidak akan menjadi bencana bagi perusahaan kami. Dampaknya pada kita akan lebih kecil dari pada banyak merek lainnya. Ini hambatan di jalan yang harus kami perbaiki, ”kata Mann.

Sementara Mitsubishi sendiri pada tahun 2016 sudah menutup pabrinya di AS, oleh karenanya kembali ke pasar AS  2020 menurut Mann tentunya Mitsubishi mungkin berpikir keras untuk memulai kembali produksi di AS.

Meskipun setengah hati, tetapi Mitsubishi faktanya ingin meningkatkan penjualan di negara ini. Pada tahun fiskal 31 Maret 2020, Mitsubishi bermaksud mendongkrak penjualan Amerika Utara sebesar 23 persen menjadi 190.000 unit. Angka seperti itu melampaui target pertumbuhan 18 persen yang ditujukan untuk pasar global.