NasionalOpiniPilpres 2019

PRABOWO: DEMOKRASI KITA TERANCAM

PRABOWO: DEMOKRASI KITA TERANCAM

Mungkin bangsa ini sedang sial. Ketika kita semua sedang berduka gempa Palu dan Donggala, tiba-tiba datang berita duka lainnya. Seorang aktifies yang menjadi korban penganiayaan brutal meski akhirnya dia pungkiri dengan alasan yang absurd. Banyak orang memperkirakan dia ketakutan dan sedang melindungi keluarganya. Namun entahlah.

Shock, geram , marah dan prihatin mengguncang hati sebagian besar rakyat indonesia yang menyaksikan hal ini, termasuk khususnya Prabowo.

Prabowo yang selama ini diam dan bersabar diri terhadap semua provokasi (termasuk ketika ajudan pribadinya batok kepalanya tertembus peluru), pada akhirnya angkat bicara karena kelembutan hati Prabowo terusik dan sikap empati yang tinggi sebagai seorang pemimpin.

Prabowo menegaskan, insiden penganiayaan dan intimidasi terhadap warga negara bukan kali pertama ini saja. Sebelumnya, penyidik senior KPK Novel Baswedan juga pernah mengalami penganiayaan yang hingga saat ini kasusnya belum terungkap.

“Ini bukan kasus yang pertama, ada juga kasus Novel Baswedan yang disiram matanya. Beliau harus menahan sakit bertahun-tahun,” kata Prabowo.

Prabowo Subianto menilai kondisi demokrasi di Indonesia saat ini sedang terancam. Terutama terkait kebebasan menyatakan pendapat, berserikat, serta berhimpun.

“Sekarang ada mak-mak mau deklarasi, diusir. Diusir dari negaranya sendiri. Dia mau datang ke kota di negaranya dia diusir. Apakah republik yang seperti ini yang dicita-citakan pendahulu kita?” kata Prabowo dalam pidatonya sebagai keynote speaker acara peluncuran buku “Paradoks Indonesia” di Grand Sahid Jaya, Jakarta, Sabtu (1/9/2018).

PRABOWO: DEMOKRASI KITA TERANCAM
PRABOWO: DEMOKRASI KITA TERANCAM

Masih terekam jelas dalam ingatan kita ketika seorang ulama dipersekusi oleh preman berparang yang bebas masuk bandara. Bom Mobil yang gagal ketika acara tablik Akbar termasuk upaya penembakan habib rizieq. Belum lagi ancaman somasi dan tuntutan hukum para aktifis demokrasi.

Prabowo menegaskan tujuan bernegara di Indonesia adalah untuk memberikan rasa aman kepada seluruh rakyatnya.

“Negara itu harus mengayomi rakyatnya ,” kata Prabowo.

Prabowo juga prihatin terhadap aparat negara yang menurutnya telah berpihak pada kelompok tertentu dan bukan menjalankan fungsinya untuk mengayomi seluruh rakyat Indonesia.

Hmmm…pantas saja Prabowo ketika memberikan pidato paska acara pengambilan nomer urut mengucapkan, “Jika kalian sayang kepada saya maka jagalah kedamaian dan kesejukan”.

Waktu itu terasa cukup aneh. Namun kini kita semua mulai paham alasan Prabowo. Bahwa persatuan bangsa lebih penting dari segalanya. Itu adalah bentuk sikap kenegarawan Prabowo dan kematangannya dalam berpolitik. Bersyukur Prabowo tidak berpesan “Kalau ada yang ngajak berantem, jangan takut” karena bisa rusak tatanan negara ini.

Hal ini semakin membuat kami bangga berada dalam barisan pendukung perjuangan Prabowo.