NasionalPolitik

Tanggapi Pernyataan Basarah, Gerindra Sesalkan Prabowo Hanya Dikait-kaitkan Dengan Soeharto

Tanggapi Pernyataan Basarah, Gerindra Sesalkan Prabowo Hanya Dikait-kaitkan Dengan Soeharto

Pernyataan Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo – Ma’ruf Amin, Ahmad Basarah, yang hanya mengaitkan Prabowo dengan Presiden ke- 2 RI, Soeharto, direspon Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra, Ahmad Muzani.

Muzani mengatakan bahwa memang sebuah kenyataan Prabowo pernah menjadi menantu Soeharto. Tetapi, Basarah mengingatkan bahwa Prabowo juga pernah menjadi calon wakil presiden (cawapres) Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2009 lalu.

“Tapi, jangan lupa Pak Prabowo juga pernah menjadi calon presidennya Ibu Megawati,” kata Muzani di gedung DPR, Jakarta, Jumat (30/11/2018).

Sebab itu, Muzani menyesalkan Basarah hanya menyebut atau mengait-ngaitkan Prabowo dengan Soeharto. Sementara, Prabowo menjadi cawapres Mega tidak pernah disinggung.

“Harusnya disebut itu juga dong, supaya penyebutannya sama. Jangan penyebutan Pak Prabowo diidentikkan ke yang sana, tapi yang ini tidak diidentikkan,” ungkap Muzani.

Tanggapi Pernyataan Basarah, Gerindra Sesalkan Prabowo Hanya Dikait-kaitkan Dengan Soeharto
Tanggapi Pernyataan Basarah, Gerindra Sesalkan Prabowo Hanya Dikait-kaitkan Dengan Soeharto

Wakil ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) ini mengatakan, bahwa saat itu dirinya sebagai sekjen Partai Gerindra turut menandatangani pencalonan Megawati dan Prabowo di Pilpres 2009 lalu. “Jadi Pak Prabowo pernah menjadi cawapres Ibu Mega. Saya ikut tanda tangan waktu itu,” ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, Basarah menyatakan bahwa maraknya korupsi di Indonesia dimulai sejak era Soeharto. Sebab itu, Basarah menyebut Soeharto sebagai guru dari korupsi di Indonesia.

“Jadi, guru dari korupsi indonesia sesuai TAP MPR Nomor 11 tahun 1998 itu mantan Presiden Soeharto dan itu adalah mantan mertuanya Pak Prabowo,” kata Basarah usai menghadiri diskusi di Megawati Institute, Menteng, Jakarta, Rabu (28/11) menanggapi pernyataan Prabowo yang menyatakan korupsi di Indonesia seperti kanker stadium empat.

Tinggalkan Balasan