NasionalPolitik

BPN: Elektabilitas Prabowo Sudah Melewati 40 Persen

BPN: Elektabilitas Prabowo Sudah Melewati 40 Persen

Menurut hasil survei internal, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga menyebut bahwa elektabilitas Prabowo sudah melewati 40 persen.

Hal tersebut jauh berbeda dengan hasil survei yang dirilis  Indikator Politik Indonesia yang menyatakan survei elektabilitas capres-cawapres Jokowi-Ma’ruf unggul atas Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

“Nggak ada masalah. Dari awal kan sudah sampaikan bahwa lembaga-lembaga survei ini kan sama juga dengan Pilkada DKI. Ada banyak lembaga survei yang sekarang bukan hanya bekerja sebagai lembaga survei, ada juga yang bekerja sebagai timses juga. Bagi kami, kami hormati lembaga survei, semua rilis itu,” ujar juru bicara BPN Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade, di kantor Bawaslu, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (8/1/2019).

Andre mengaku menghargai hasil survei Indikator Politik tersebut. Tetapi dia meyakini hasil survei internalnya sendiri, yang kini elektabilitas Prabowo-Sandi sudah di atas 40 persen, sementara Jokowi-Ma’ruf di bawah 50 persen.

“Pak Prabowo sudah di atas 40 persen. Pak Jokowi di bawah 50 persen. Ini per Desember kemarin. Itu survei terakhir kita,” jelas Andre.

Wakil Sekjen Partai Gerindra, Andre Rosiade
Wakil Sekjen Partai Gerindra, Andre Rosiade

Adapun, setelah debat perdana capres dan cawapres, nantinya survei internal kembali dilakukan.

“Pokoknya nyalip dululah, mau 46-44 persen, kan kita sudah di atas 40 persen, bukan (pas) 40 persen. Secara etik, nggak boleh sampaikan, tapi boleh membocorkan Jokowi sudah di bawah 50 persen. Kita sudah ketinggalan beberapa persen,” ucap Andre.

Menurut Wakil Sekjen Partai Gerindra ini, elektabilitas Prabowo meningkat lantaran banyak masyarakat menginginkan adanya perbaikan ekonomi dan kepastian lapangan pekerjaan. Selain itu, masyarakat menginginkan harga bahan kebutuhan pokok yang terjangkau.

“Masyarakat ingin harga-harga bahan kebutuhan pokok terjangkau. Itu yang masyarakat inginkan. Pak Prabowo-Sandi menyuarakan hal tersebut di beberapa titik Indonesia, sehingga membuat survei Pak Prabowo di atas 40 persen. Sedangkan Pak Jokowi, yang dianggap masyarakat gagal memberikan ekspektasi pertumbuhan ekonomi, mulai turun dari 54-53 persen menjadi 40 persen something-lah,” lanjut Andre.

Sebelumnya, Indikator Politik Indonesia merilis hasil survei terbaru terkait elektabilitas pasangan capres-cawapres pada Pilpres 2019. Hasilnya, pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin unggul atas Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Dalam hitungan bulan pemilihan umum akan diselenggarakan, semoga elektabilitas Prabowo-Sandi akan terus meroket seiring jalannya waktu.

Tinggalkan Balasan