HukumNasional

Bupati Mesuji Terjaring OTT KPK, Diduga Terima Uang Rp 1,28 M

Bupati Mesuji Terjaring OTT KPK, Diduga Terima Uang Rp 1,28 M

Bupati Mesuji, Khamami terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),  di Kabupaten Mesuji, Lampung pada Rabu (23/1/2019) malam. Khamami ditangkap bersama 10 orang lainnya di Lampung.

Khamami bersama 10 orang yang diamankan kini sudah tiba di gedung KPK. Mereka tengah menjalani pemeriksaan secara intensif. “Sampai pagi ini diamankan 11 orang,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Kamis (24/1/2019).

Dalam operasi senyap yang digelar pada Rabu 23 Januari 2019, tim penindakan KPK juga mengamankan sejumlah uang dalam kardus air mineral. Uang pecahan Rp 100.000 itu tengah dihitung oleh lembaga antikorupsi. Uang tersebut diduga untuk menyuap Bupati Mesuji terkait proyek jalan di Dinas PUPR.

Ini merupakan penangkapan pertama di tahun 2019 bagi lembaga antikorupsi. KPK memiliki waktu 1 x 24 jam untuk menentukan status hukum mereka yang diamankan.

Bupati Mesuji Terjaring OTT KPK, Diduga Terima Uang Rp 1,28 M
Bupati Mesuji Terjaring OTT KPK, Diduga Terima Uang Rp 1,28 M

Sementara itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut Bupati Mesuji Khamami diduga menerima uang sebesar Rp 1,28 miliar dari Sibron melalui beberapa perantara. Hal tersebut disampaikan KPK dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (24/1/2019).

Dalam konferensi pers tersebut KPK resmi menetapkan 5 orang tersangka suap proyek di Kabupaten Mesuji Lampung. Dengan rinciannya, Bupati Mesuji Khamami, adiknya Taufik Hidayat dan Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Wawan Suhendra sebagai penerima suap.

Kemudian, pemilik PT Jasa Promix Nusantara (PT JPN) dan PT Secilia Putri, Sibron Azis dan seorang swasta bernama Kardinal sebagai pemberi suap.

“KPK menetapkan 5 orang tersangka sejalan dengan peningkatan status penanganan perkara ke penyidikan,” tutur Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (24/1/2019).

Adapun Khamami diduga menerima uang sebesar Rp 1,28 miliar dari Sibron melalui beberapa perantara. Pemberian tersebut diduga terkait fee pembangunan proyek-proyek infrastruktur di Kabupaten Mesuji tahun anggaran 2018.

“Diduga uang tersebut merupakan bagian dari permintaan fee proyek sebesar 12 persen dari total nilai proyek yang diminta melalui WS kepada rekanan calon pemenang atau pelaksana proyek di Dinas PUPR Kabupaten Mesuji sebelum lelang,” ungkap Basaria.

Bupati Mesuji Terjaring OTT KPK, Diduga Terima Uang Rp 1,28 M
Bupati Mesuji Terjaring OTT KPK, Diduga Terima Uang Rp 1,28 M

Dikatakan Basaria, fee tersebut diduga merupakan pembayaran fee atas 4 proyek yang dikerjakan dua perusahaan Sibron. “Diduga fee proyek diserahkan kepada TH (Taufik) dan digunakan untuk kepentingan bupati,” ujar Basaria.

Sementara itu, Khamami, Taufik, dan Wawan disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana.

Sedangkan, Sibron dan Kardinal disangka melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana.