NasionalPolitik

BPN Prabowo: Soal Saracen, Ditunggu Ketegasan Petahana Atau Hanya Retorika Belaka

BPN Prabowo: Soal Saracen, Ditunggu Ketegasan Petahana Atau Hanya Retorika Belaka (harianpress.com)BPN Prabowo: Soal Saracen, Ditunggu Ketegasan Petahana Atau Hanya Retorika Belaka

Terkait keberadaan kelompok Saracen, telah membuat Petahana sendiri merasa resah dan marah. Bahkan pemegang kekuasaan pemerintahan tertinggi di Indonesia itu sudah memerintahkan Kapolri supaya mengusut tuntas kelompok Saracen sampai ke akar-akarnya, pihak yang diduga terlibat saracen.

Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Ferdinand Hutahaean mengingatkan, sudah sepatutnya polisi menjalankan perintah presiden berdasarkan penjelasan pihak Facebook terkait penutupan akun dan Fanspage milik Permadi Arya alias Abu Janda.

Menurut Ferdinand, jika polisi diam saja justru memperkuat kecurigaan Saracen buatan pemerintah.

“Berarti waktu Pak Jokowi dengan mimik serius dan marah terkait Saracen yang waktu itu dia bilang sangat jahat dan sadis ya saya berfikir itu retorika belaka, pura-pura marah, karena pendukungnya lah yang terlibat di Saracen,” kata Ferdinand, Minggu (10/2).

BPN Prabowo: Soal Saracen, Ditunggu Ketegasan Petahana Atau Hanya Retorika Belaka (harianpress.com)
BPN Prabowo: Soal Saracen, Ditunggu Ketegasan Petahana Atau Hanya Retorika Belaka

Diketahui, ada sekitar 207 halaman, 800 akun Facebook, 546 grup, serta 208 akun Instagram Indonesia yang dihapus  Facebook Inc. Beberapa akun di antaranya selain milik Permadi Arya (halaman), juga Kata Warga (halaman), Darknet ID (halaman), berita hari ini (Grup), ac milan indo (Grup).

Sementara itu, Head of Cybersecurity Policy Nathaniel Gleicher, melalui keterangan resminya, menyatakan bahwa ratusan akun yang dihapus tersebut berhubungan dengan sindikat Saracen.

“Sudah selayaknya ditindaklanjuti menjadi pelanggaran hukum yang luar biasa jahatnya menurut Pak Jokowi. Jadi sekali lagi kita meminta kepolisian untuk menindak lanjuti informasi awal yang diberikan pihak Facebook tersebut,” jelas Ferdinand.

Menurut politisi Partai Demokrat ini, kepolisian tidak bisa mengabaikan begitu saja informasi Facebook tersebut sebab Saracen sudah menebarkan fitnah dan hoax yang sangat kejam.

“Kita tunggu langkah konkret dari kepolisian atas penutupan akun-akun tersebut,” ujarnya.

Jika tidak diusut, kata Ferdinand, masyarakat akan terus mempertanyakan kebenaran ini. Sebab selama ini yang dituduh dibalik Saracen adalah pihak opisisi.

Ternyata, pendukung petahana yang diduga berada di balik Saracen. “Karena, dulu dituduh pihak opisisi lah yang berada di baliknya. Ternyata, sekarang, bukan opisisi tetapi justru orang-orang yang terlihat dan memang menjadi pendukungnya Pak Jokowi sendiri,” katanya.

“Dan, ini kita tunggu ketegasan Pak Jokowi, masihkah berani, masihkah marah seperti dulu atau itu hanya retorika atau pura-pura marah saja untuk mengelabui dan memanipulasi kebenaran di tengah publik,” lanjut Ferdinand.

Sebelumnya, akun Facebook milik Permadi Arya alias Abu Janda diblokir oleh Facebook. Akun Abu Janda yang diblokir itu menggunakan nama Permadi Arya, permadisastradinata dan ustadabujanda. Pihak Facebook menghapus dan memblokir akun itu karena diduga termasuk lima akun yang masuk dalam daftar Saracen.