NasionalPolitik

Debat Pilpres, BPN Prabowo Usul KPU Tak Undang Banyak Orang Termasuk Menteri Kabinet

Debat Pilpres, BPN Prabowo Usul KPU Tak Undang Banyak Orang Termasuk Menteri Kabinet (harianpress.com)Debat Pilpres, BPN Prabowo Usul KPU Tak Undang Banyak Orang Termasuk Menteri Kabinet

Komisi Pemilihan Umum (KPU) berencana mengurangi jumlah pendukung atau penonton yang berada di ruang debat pilpres tahap ketiga nanti. Jumlah penonton menjadi 50 orang untuk masing-masing pendukung pasangan capres cawapres.

Direktur Materi dan Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Sudirman Said setuju dengan usulan Bawaslu yang meminta jumlah penonton debat dikurangi. Dia menilai jumlah pendukung yang hadir di lokasi debat tidak teratur sehingga mengganggu suasana debat.

“Jumlah yang hadir yang tidak tertib, yang kemarin memang sudah dibicarakan, terutama dari paslon 01. Itu bukan hanya mengganggu suasana di dalam, tapi juga suasana di televisi, yang menjadi hak masyarakat untuk tahu. Jadi kalau usulan kita bisa disederhanakan, hemat, address kita lebih kepada publik di luar lewat TV kalau yang di dalam cukup 30 (orang),” ujar Sudirman di Jalan kawasan Jakarta Selatan, Rabu (20/2).

BPN mengusulkan supaya KPU tidak perlu mengundang banyak orang. Termasuk para menteri di Kabinet Petahana yang diundang dan akhirnya seolah-olah mendukung pasangan 01.

Debat Pilpres, BPN Prabowo Usul KPU Tak Undang Banyak Orang Termasuk Menteri Kabinet (harianpress.com)
Debat Pilpres, BPN Prabowo Usul KPU Tak Undang Banyak Orang Termasuk Menteri Kabinet

“Terus KPU tidak usah mengundang banyak orang. Menimbulkan prasangka yang diundang para menteri-menteri, kemudian seolah menteri-menteri mendukung 01. Padahal belum tentu kan, menteri kan pejabat negara yang netral, itu kita usulkan terserah,” katanya.

Mantan Menteri ESDM itu juga mengusulkan agar KPU memberikan penambahan waktu untuk kedua paslon supaya lebih jelas dalam mengeksplorasi materi debat.

“Sebetulnya kan semua publik menghendaki perbaikan. Terbukti 2 kali debat, memberi waktu yang semenit, 2 menit itu, membuat kita tidak bisa mengeksplor kemampuan sendiri, kemampuan kompetitor, pikiran-pikiran secara utuh,” usulnya.

Selain itu, menyerahkan kepada Bawaslu soal ketegangan antara TKN dan BPN yang terjadi di debat capres kemarin pada Minggu (17/2) lalu. Menurutnya, publik bisa menilai siapa penyebab kericuhan tersebut terjadi.

“Biarkan Bawaslu menyimpulkan. Tapi saya kira sekarang gampang banget ya, menemukan jejak digital gitu, tidak hanya gambar, tapi juga video, jadi silakan Bawaslu melihat,” jelas Sudirman.

Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) berencana mengurangi jumlah pendukung atau penonton yang berada di ruang debat pilpres tahap ketiga. Jumlah pendukung menjadi 50 untuk masing-masing pendukung pasangan capres cawapres. Hal tersebut agar tercipta suasana yang lebih tenang dan kondusif.