NasionalPolitik

Geger, Beredar Foto e-KTP Warga China Namun Tertulis Warga Cianjur

Geger, Beredar Foto e-KTP Warga China Namun Tertulis Warga CianjurGeger, Beredar Foto e-KTP Warga China Namun Tertulis Warga Cianjur

Beredar foto e-KTP milik warga negara China bernama Guohui Chen dan tertulis merupakan penduduk Cianjur, Jawa Barat. Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Jawa Barat, Heri Suherman menanggapi terkait kepemilikan e-KTP elektronik WNA China di Cianjur, Jawa Barat.

Dipastikan Hery, meski punya e-KTP, tetapi seorang WNA tidak bisa menggunakannya untuk mencoblos di Pemilu 2019. Karena, syarat untuk mencoblos adalah WNI, sementara dalam e-KTP tercantum status sebagai WNA.

“Sekarang kan diributkannya karena menghadapi pemilu. Memang disangkanya WNA yang punya KTP elektronik itu bisa milih? Ya enggak lah, yang punya hak memilih kan WNI,” ujar Heri saat dihubungi Selasa (26/2).

Ditambahkan Heri, seorang WNA memang boleh memiliki KTP, dengan catatan sudah memenuhi persyaratan yang ketat sesuai dengan UU Administrasi dan Kependudukan (Adminduk). “WNA itu bisa mendapatkan KTP tapi KTP untuk WNA bukan KTP WNI. Bentuknya sama tapi warga negaranya kan berbeda,” tuturnya.

Geger, Beredar Foto e-KTP Warga China Namun Tertulis Warga Cianjur (harianpress.com)
Geger, Beredar Foto e-KTP Warga China Namun Tertulis Warga Cianjur

Lebih lanjut Heri menjelaskan, tidak semua WNA yang tinggal dan menetap di Indonesia berhak memiliki KTP. Karena, ada persyaratan ketat yang harus dipenuhi.

Salah satunya harus memiliki Kartu Izin Tinggal Tetap (Kitap). Kitap WNA, ujar Heri, harus diterbitkan Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Izin tinggal itupun pada umumnya mempunyai batas waktu tertentu dan bukan seumur hidup. Misalnya izin tinggal dalam waktu satu tahun, dua tahun atau tiga tahun.

“Dan itu tidak semua WNA yang tinggal di sini punya KTP. Ada syaratnya, harus punya Kitap (Kartu Izin Tinggal Tetap) dari Imigrasi. Syarat untuk mendapatkan Kitap itu ketat,” tandasnya.

Sebelumnya, beredar foto e-KTP milik warga negara China bernama Guohui Chen dan tertulis merupakan penduduk Cianjur, Jawa Barat.

Kemudian publik dibuat geger dan mengaitkannya dengan potensi kecurangan di Pemilu 2019. Pasalnya WNI yang tidak terdaftar di daftar pemilih tetap (DPT) diperbolehkan mengikuti pemilu dengan menunjukkan e-KTP. Aturan itu merujuk Putusan Mahkamah Konsitusi bernomor 102/PUU-VII/2009.