NasionalPolitik

BPN Prabowo: Kenapa Pemantau Asing Hanya Ditempatkan Di Jakarta?

BPN Prabowo: Kenapa Pemantau Asing Hanya Ditempatkan Di Jakarta? (harianpress.com)BPN Prabowo: Kenapa Pemantau Asing Hanya Ditempatkan Di Jakarta?

Pada saat hari pencoblosan 17 April mendatang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) hanya menempatkan pemantau pemilu dari luar negeri di Jakarta.  Anggota Dewan Pakar Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Drajat Wibowo mempertanyakan sikap Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang menempatkan pemantau pemilu dari luar negeri hanya di Jakarta.

Menurut Drajat, sikap Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait hal tersebut sangat aneh. Karena, seharusnya pemantau pemilu dari pihak asing ditempatkan di daerah-daerah, bukan hanya di Jakarta.

“Kenapa hanya di Jakarta? Sikap KPU ini aneh,” ujar Drajat saat dihubungi melalui pesan singkat, Rabu (27/3).

Drajat mengatakan, pemantau pemilu dari luar negeri ini seharusnya ditempatkan di daerah-daerah yang berpotensi akan bermasalah. Terlebih, menurutnya BPN sudah menyampaikan keanehan data pemilih sebanyak 17,5 juta yang ditemukan tidak hanya di Jakarta.

Anggota Dewan Pakar Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Drajat Wibowo (harianpress.com)
Anggota Dewan Pakar Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Drajat Wibowo

Oleh sebab itu, kata Drajat, jika Komisi Pemilihan Umum (KPU) menginginkan pemilu berjalan baik maka sudah seharusnya pemantau dari luar negeri ini ditempatkan di daerah-daerah yang dilaporkan bermasalah.

“Jadi pemantau seharusnya ditempatkan di TPS yang sudah kami laporkan itu. Itu saja sudah ribuan TPS. Kalau hanya di Jakarta, KPU ini sebenarnya ingin pemilunya benar atau tidak, sih?” tuturnya.

Sebelumnya, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman mengatakan pihaknya hanya akan menempatkan pemantau Pemilu 2019 dari luar negeri di TPS yang ada di Jakarta. Arief menyampaikan hal tersebut dilakukan lantaran keterbatasan sumber daya manusia Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada hari pemungutan suara.

“Karena hari pemungutan suara kan pasti hari yang sangat sibuk bagi KPU. Jadi kita silakan lihat di TPS di sekitar wilayah Jakarta,” ujar Arief di Kantor KPU, Jakarta, Selasa (26/3).

Dikatakan Arief, penempatan pemantau pemilu akan dibagi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Tetapi, tidak menutup kemungkinan jika lembaga bersangkutan mengajukan tempat pemantauan. Nantinya di setiap tempat pemungutan suara (TPS) akan dikunjungi oleh sekitar 20 delegasi lembaga pemantau pemilu dari dalam dan luar negeri.