NasionalPolitik

Hasil QC Ngawur, Real Count KPU Di Bengkulu Prabowo Menang Atas Jokowi

Hasil QC Ngawur, Real Count KPU Di Bengkulu Prabowo Menang Atas Jokowi (harianpress.com)Hasil QC Ngawur, Real Count KPU Di Bengkulu Prabowo Menang Atas Jokowi

Sejumlah lembaga survei ternyata tidak sepenuhnya tepat dalam menetapkan hasil quick qount. Hal itu terbukti di Bengkulu, dimana hasil hitung cepat lembaga survei Poltracking mencatatkan hasil yang berbanding terbalik dengan rekapitulasi formulir C1 di sistem penghitungan suara (Situng) Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Dalam hitung cepat Poltracking, seperti yang tercatat di Provinsi Bengkulu yakni keunggulan pasangan Jokowi-Maruf 58,78 persen sedangkan pasangan Prabowo-Sandi hanya 41,22 persen. Selisih keduanya pun cukup jauh yaitu sekitar 17,56 persen.

Namun ternyata, hasil tersebut berbeda dengan hasil di Situng KPU di mana pasangan Prabowo-Sandi unggul dengan memperoleh 50,13 persen dan total perolehan suara sebesar 585.480. Sementara pasangan Jokowi-Maruf sebanyak  49,87 persen dan mendapat 582.587 suara.

Dengan demikian, selisih perolehan suara antara Jokowi dan Prabowo sangatlah tipis yakni hanya 0,26 persen. Adapun, rekapitulasi KPU diperoleh dari hasil perhitungan seluruh TPS di Bengkulu, yakni 6.165 TPS yang telah selesai input.

Hasil QC Ngawur, Real Count KPU Di Bengkulu Prabowo Menang Atas Jokowi (harianpress.com)
Hasil QC Ngawur, Real Count KPU Di Bengkulu Prabowo Menang Atas Jokowi

Tak hanya survei Poltracking, hal serupa juga terjadi pada survei Indikator. Berdasarkan rilis, Indikator juga memenangkan pasangan Jokowi-Ma’ruf di Bengkulu. Jokowi-Ma’ruf menang dengan perolehan suara 52,61 persen, sedangkan Prabowo-Sandi mendapatkan 47,39 persen. Selisih kedua paslon menurut survei Indikator sebesar 5,22 persen.

Jadi, bisa disimpulkan bahwa tidak selamanya lembaga survei itu benar dalam menetapkan hasil quick qount. Terlebih, saat ini ada sejumlah lembaga survei yang menyatakan kemenangan paslon 01. Hal itu tentunya harus dipertanyakan data kebenarannya.

Diketahui, Pemilu kali ini adalah kali kedua Jokowi dan Prabowo bertemu dalam kontestasi Pemilihan Presiden. Sebelumnya, mereka juga menjadi kandidat dalam Pilpres 2014. Saat itu, Prabowo Subianto berpasangan dengan Hatta Rajasa. Sementara Jokowi berpasangan dengan Jusuf Kalla.