NasionalPolitik

Prabowo Pimpin Sendiri Gerakan Kedaulatan Rakyat, Jika Kecurangan Berlanjut

Prabowo Pimpin Sendiri Gerakan Kedaulatan Rakyat, Jika Kecurangan Berlanjut

Dalam sepekan ini, ketidaknetralan penyelenggara pemilu yang diduga berpihak ke kubu petahana memicu gelombang aksi demonstrasi di gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu). Aksi tersebut menuntut pengusutan kecurangan pemilu dan dihentikannya Situng KPU yang diduga banyak melakukan kesalahan data.

Menurut informasi pada Rabu 15 Mei 2019, guna mengantisipasi pengumuman pada 22 Mei nanti, sejumlah Jenderal purnawirawan dan tokoh nasional berkumpul bersama Capres Prabowo. Hal tersebut untuk menjaga kedaulatan rakyat serta menjaga kemenangan Capres-Cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

Pertemuan Jenderal-jenderal (Pur) yang dihelat pada Senin (13/5/2019) dihadiri oleh Capres Prabowo Subianto, Harris Sudarno, Syamsir Siregar, Imam Sufaat, Muzani Syukur, Tedjo Edhi, Djoko Subroto, Romulo Simbolon, Burhanuddin Amin, Bakri Abdullah, dan Sofyan Yacob.

Selain para Jenderal, sejumlah tokoh lain juga turut hadir didalamnya, seperti ekonom Ichsanuddin Noorsy dan Wawat K. Adapun dalam pertemuan tersebut, dibahas mengenai berbagai hal strategis bangsa saat ini dan ke depan.

Prabowo Pimpin Sendiri Gerakan Kedaulatan Rakyat, Jika Kecurangan Berlanjut (harianpress.com)
Prabowo Pimpin Sendiri Gerakan Kedaulatan Rakyat, Jika Kecurangan Berlanjut

Dengan tetap memegang teguh Sapta Marga dan tangguh berkeyakinan pada persatuan Indonesia, peserta pertemuan mendukung penuh dan selalu siap bersama perjuangan dan kejuangan Prabowo Subianto.

“Dalam sikap menjunjung tinggi keadilan, kebenaran, kedaulatan rakyat dan kemanusiaan yang bermartabat, maka kecurangan, perampasan hak kedaulatan rakyat, dan ketidakadilan tidak bisa dibenarkan.” kata sumber Akuratnews dalam pertemuan tersebut.

“Tidak ada kata menyerah dalam berjuang hingga ke titik darah penghabisan sampai dengan tegaknya kedaulatan rakyat, persatuan Indonesia dan keadilan.” lanjutnya.

Sementara itu, mantan Danjen Kopassus ini mengatakan, dialog terbuka demi menjaga persatuan Indonesia bukan hal mustahil, tetapi tidak berarti menihilkan kedaulatan rakyat dan menyerah pada kecurangan dan perampasan hak kedaulatan rakyat.

“Rakyat sudah muak dan marah dengan ketidak adilan dan kedzaliman. Saya sudah mewasiatkan jiwa raga dan harta benda saya untuk rakyat, bangsa dan negara Indonesia,” ujar Prabowo.

Oleh sebab itu, Prabowo menyiapkan diri untuk turun ke jalan pada tanggal 22 Mei 2019 mendatang. Ia akan memimpin langsung aksi yang disebutnya sebagai aksi menjaga kedaulatan rakyat Indonesia dari kecurangan pemilu 2019.