NasionalPolitik

Rizal Ramli: Jokowi Menang, China Makin Kuasai Indonesia

Rizal Ramli: Jokowi Menang, China Makin Kuasai Indonesia (harianpress.com)Rizal Ramli: Jokowi Menang, China Makin Kuasai Indonesia

Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah gagal menempatkan diri sebagai kekuatan penyeimbang di tengah pergaulan internasional. Hanya dalam beberapa tahun selama masa jabatannya, Jokowi dan tokoh-tokoh kunci di belakangnya membuat Indonesia berada di bawah pengaruh pemerintahan Republik Rakyat China RRC), terutama dalam sektor ekonomi.

Hal tersebut dikatakan Ekonom senior Rizal Ramli, sehingga apabila Jokowi menang dalam Pilpres 2019 ini, Tiongkok akan menguasai Indonesia. Demikian Rizal sampaikan saat di kediamannya, Jalan Bangka IX, Jakarta Selatan.

“Bila Jokowi menang dalam pemilihan presiden mendatang, China akan semakin dalam menguasai Indonesia,” kata Rizal, Sabtu (16/3/2019) siang.

Rizal kemudian menceritakan sedikit pengalamannya ketika menjabat sebagai Menko Maritim dan Sumber Daya pada kurun waktu 2015 hingga 2016. Saat itu, Kementerian yang dipimpin Rizal memberikan nama baru untuk perairan Indonesia di sebelah utara Pulau Natuna, Kepulauan Riau.

“Laut Natuna Utara dimasukkan dalam peta baru NKRI, karena wilayah perairan itu sudah sah menjadi milik kita setelah dicapai kesepakatan dengan negara-negara tetangga,” tutur Rizal.

Rizal Ramli: Jokowi Menang, China Makin Kuasai Indonesia (harianpress.com)
Rizal Ramli: Jokowi Menang, China Makin Kuasai Indonesia

Namun, lanjut Rizal, saat itu ada anggota Kabinet yang keberatan, karena mempertimbangkan keberatan China. Tidak hanya keberatan, anggota kabinet ini juga mengusulkan agar China diberi hak perikanan khusus di perairan itu.

Akhirnya, nama Laut Natuna Utara itu tetap digunakan dalam peta baru Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Setelah berada di luar Kabinet, kini Rizal melihat kelompok yang memiliki hubungan dekat dengan China begitu dominan.

“Kita harus hati-hati dengan strategi loan to own China. Di beberapa negara mereka membantu proyek-proyek yang sudah pasti tidak untung. Setelah itu mereka akan memilikinya,” ungkap Rizal.

Di sisi lain, Rizal juga tidak setuju dengan konsepsi Indo Pacifik yang menurutnya mengekspresikan kepentingan Amerika Serikat (AS) di kawasan.

Menurut Rizal, Indonesia di masa depan harus menyusun konsepsi baru yang memungkinkan Indonesia merebut kembali posisi sebagai pemain kunci di kawasan.

Tinggalkan Balasan